KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting dengan tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan”, pada Senin, 9 Februari 2026.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa kondisi inflasi di NTT menunjukkan tren yang semakin terkendali. Selain itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan sebagai hasil dari berbagai program strategis pemerintah yang dijalankan secara terpadu.
“Pengendalian inflasi tidak hanya berbicara tentang stabilitas harga, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Kita bersyukur karena inflasi semakin terkendali dan angka kemiskinan juga mengalami penurunan. Ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan,” ujar Melki.
Ia menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan global yang dinamis. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan produksi pangan lokal, serta memperlancar distribusi komoditas strategis.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam paparannya menyampaikan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan langkah strategis yang terintegrasi, mulai dari penguatan sisi produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga di pasar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di NTT.
High Level Meeting TPID ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dan strategi bersama guna menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah, Gubernur NTT, Ketua DPRD provinsi NTT, OJK, Kajati, Forkompinda kota kabupaten se-provinsi NTT, Polda NTT, korem, BUMD, BUMN, ketua kadin NTT, BPS Provinsi NTT, karantina Pertanian Kupang, dan Insan Pers.(*)

