TTS, LIPUTANNTT.com,Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di daerah terpencil. Sekretaris DPW PSI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga Ketua Fraksi PSI DPRD NTT sekaligus Sekretaris Komisi II DPRD NTT, Junaidin, turun langsung ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk menyerahkan bantuan alat tulis kepada siswa sekolah dasar di wilayah pedalaman.
Kunjungan kemanusiaan tersebut berlangsung pada Senin, 10 Februari 2026, dengan lokasi pertama di SD Negeri Hane, Desa Hane, Kecamatan Batuputih, Kabupaten TTS. Junaidin didampingi Kanisius To, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) DPW PSI NTT, Wakil Ketua PSI NTT, serta dikawal langsung oleh jajaran pengurus PSI Kabupaten TTS, termasuk Ketua DPD PSI TTS Uksam B. Selan, KSB DPD TTS, dan Ketua Bapillu PSI TTS.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan PSI menyerahkan bantuan langsung berupa tas sekolah, buku tulis, dan bolpoin kepada siswa-siswi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini disambut antusias oleh para siswa, guru, dan masyarakat setempat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi.
Tidak berhenti di Desa Hane, rombongan PSI melanjutkan kegiatan serupa di SD Inpres Nai’me, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat. Di lokasi ini, kegiatan juga didampingi langsung oleh pengurus DPD PSI Kabupaten TTS beserta struktur partai di tingkat lokal.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Junaidin mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP PSI yang meminta seluruh jajaran partai di Indonesia untuk lebih peka terhadap persoalan sosial, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak miskin.
“Kami sudah diinstruksikan oleh DPP PSI untuk bergerak. Saat ini fokus kami ada di Nusa Tenggara Timur, karena kita baru saja mengalami peristiwa yang sangat pahit di Flores, tepatnya di Kabupaten Ngada, di mana seorang anak memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah,” ungkap Junaidin dengan nada prihatin.
Menurutnya, tragedi tersebut menjadi alarm keras bahwa persoalan pendidikan di NTT bukan lagi isu biasa, melainkan sudah masuk kategori darurat kemanusiaan.
“Kami melihat ini bukan persoalan sepele. Ini persoalan luar biasa. Ini soal kemiskinan struktural, di mana orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak mereka,” tegasnya.
Data 1.762 Anak Tidak Mampu:
Sebagai bentuk respons konkret, PSI NTT kemudian melakukan pendataan secara terbuka terhadap anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yatim piatu, yang kesulitan membeli alat tulis, buku, seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
“Minggu lalu kami sebarkan pamflet untuk mendata anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Alhamdulillah, puji Tuhan, data yang masuk mencapai 1.762 anak,” jelas Junaidin.
Ia menambahkan, dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, PSI akan mulai menyalurkan bantuan kepada anak-anak yang telah terdata tersebut, meskipun diakui masih menghadapi keterbatasan anggaran.
“Karena keterbatasan anggaran, kami belum bisa menjangkau semuanya sekaligus. Tapi kami akan berusaha membagi bantuan kepada lebih dari seribu anak yang sudah terdata. Jika ke depan ada tambahan anggaran, tentu kami akan membuka pendataan lagi,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, PSI juga mendorong peran aktif pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan pendidikan di daerah tertinggal.
“Kami berharap pemerintah bisa melakukan intervensi langsung terhadap anak-anak tidak mampu di sekolah. Di NTT ini kita masih terbatas dari sisi infrastruktur dan jaringan komunikasi,” ujar Junaidin.
Ia juga meminta keterlibatan aparat pemerintahan paling bawah, mulai dari RT, RW, hingga pemerintah desa, untuk aktif menyampaikan informasi kepada struktur PSI di tingkat ranting, kecamatan, dan DPD agar bantuan bisa tepat sasaran.
“Kami berharap gerakan kecil ini bisa diikuti oleh banyak pihak, termasuk partai-partai lain. Kalau bisa lebih besar, tentu lebih baik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten TTS, Uksam B. Selan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPP dan DPW PSI NTT atas kepedulian nyata terhadap kondisi pendidikan di daerahnya.
“Yang pertama, kami menyampaikan terima kasih kepada pengurus DPP PSI yang diwakili oleh DPW Provinsi NTT. Partai melihat langsung kekurangan kami di daerah ini, dan itu sangat berarti,” kata Uksam.
Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan terlihat sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi masyarakat.
“Ini mungkin terlihat kecil, tetapi justru menjadi ruang publik yang memotivasi banyak pihak untuk ikut memberi. Terlepas dari ini kegiatan partai, kami melihatnya sebagai terobosan luar biasa untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Uksam juga menegaskan bahwa DPD PSI TTS ke depan akan mengambil langkah lanjutan, tidak hanya dalam bentuk bantuan barang, tetapi juga pendampingan pendidikan.
“Kami akan mendorong pola-pola pendampingan, seperti bimbingan belajar atau bentuk intervensi lain. Kami siap memberi dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPP dan DPW PSI NTT,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan kebanggaan masyarakat TTS terhadap kehadiran Junaidin, meskipun bukan berasal dari daerah pemilihan setempat.
“Walaupun beliau bukan dapil di sini, kehadiran beliau sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi NTT menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat TTS,” pungkasnya.(*)
Sumber; INVESTIGASI 86.COM



