Ruteng, LIPUTANNTT.Com,Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Loce, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, mulai memunculkan sejumlah figur yang siap bertarung. Salah satunya Wilibrodus Engeltus Rian, S.Pd, yang menyatakan kesiapan maju dengan membawa gagasan pembangunan desa.
Mengusung slogan “Muda Berkarya, Desa Berdaya”, Wilibrodus menawarkan pendekatan pembangunan yang bertumpu pada penguatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta keterlibatan generasi muda.
Ia menilai sektor pertanian dan peternakan perlu diperkuat melalui pemberdayaan petani dan peternak, pendampingan kelompok usaha, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pasar agar memberi nilai tambah bagi warga.
“Desa Loce memiliki banyak potensi yang dapat menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan bersama. Yang dibutuhkan adalah kerja sama, keterbukaan, dan komitmen untuk membangun desa secara bersama-sama,” kata Wilibrodus.
Di luar sektor ekonomi dasar, ia juga menyoroti peluang pengembangan wisata budaya desa. Gagasan ini, kata dia, membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, lembaga adat, Dinas Pariwisata, pelaku UMKM, komunitas pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi dikembangkan antara lain Natas Gendang, Niang Manga, Wae Petus, dan Watu Empo. Selain itu, Songke Loce yang telah dikenal luas disebut dapat diperkuat sebagai produk unggulan UMKM yang menopang ekonomi berbasis budaya.
Wilibrodus menekankan pentingnya pembangunan desa yang partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan program. Ia menilai, pembangunan tidak boleh hanya bertumpu pada pemerintah desa.
Keterlibatan generasi muda juga menjadi salah satu perhatian utama. Ia mendorong pemuda untuk diberi ruang berinovasi dan berperan aktif dalam pembangunan desa.
Di tengah dinamika Pilkades, kehadiran Wilibrodus mendapat perhatian warga. Sejumlah masyarakat menilai figur muda dalam kontestasi kepala desa dapat membawa perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan desa.
Meski demikian, ia mengingatkan agar Pilkades tetap menjadi ruang demokrasi yang menjaga persatuan. Perbedaan pilihan, menurut dia, tidak boleh mengganggu kohesi sosial masyarakat.
“Pilkades adalah proses demokrasi. Yang terpenting adalah menjaga persatuan dan tetap bersama membangun desa setelah proses ini,” ujarnya.
Menjelang tahapan Pilkades, Wilibrodus Rian menjadi salah satu nama yang diperbincangkan warga. Gagasan yang ia tawarkan menempatkan penguatan pertanian dan peternakan, pengembangan wisata budaya, serta pemberdayaan UMKM sebagai arah pembangunan Desa Loce ke depan.(*/ MN)

