Dari Kandang ke Forum Nasional: Marno, Mahasiswa UNDANA Mewakili Indonesia Timur menuju MUNAS ISMAPETI

Pemred Liputan NTT
0

 

KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Marno, mahasiswa aktif Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana (UNDANA), menunjukkan kapasitas luar biasa dalam menyeimbangkan berbagai peran strategis, baik di tingkat internal kampus maupun nasional. Menjabat sebagai Ketua Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (BLM FPKP) serta Ketua Bidang Sosial Masyarakat pada Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI), ia berhasil mengintegrasikan penguatan kompetensi akademik dan teknis dengan pengabdian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat peternakan.


Kesibukannya dalam pengurusan lembaga kemahasiswaan tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengasah keahlian di bidang peternakan. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaannya dalam pelatihan inseminasi buatan (IB) yang mencakup teknik pada unggas (ayam), monogastrik (babi), dan ruminansia (sapi), hingga mencapai tahap kemandirian dalam melakukan praktik IB. Di ranah akademik, Marno menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat program studi serta meraih posisi finalis pada kompetisi serupa di tingkat nasional. Pengembangan diri juga menjadi perhatian, dengan terpilihnya ia sebagai peserta pengembangan kompetensi Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026.


Selaras dengan capaian akademik dan organisasi, Marno aktif melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program sosialisasi dan pelatihan yang adaptif terhadap permasalahan peternakan lokal. Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya pencegahan penyakit hewan serta pelatihan pembuatan pakan berbahan baku lokal yang berkelanjutan guna menjawab tantangan ketersediaan pakan di wilayah lahan kering. Lokus pengabdian yang telah dijalani meliputi Kecamatan Amarasi Timur, Amabi Oefeto Timur, dan Fatuleu di Kabupaten Kupang, serta Kecamatan Kolbano di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Melalui rangkaian kegiatan ini, Marno tidak hanya menghadirkan solusi atas tantangan yang dihadapi para peternak, tetapi juga merefleksikan integrasi holistik antara kompetensi akademik, keterampilan teknis, dan kepedulian sosial dalam kerangka pengembangan peternakan yang adaptif terhadap kondisi lokal.


Dengan bekal kapasitas organisasi dan pengalaman teknis yang mumpuni, Marno dipercaya untuk mengikuti Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada pada 28 Maret–2 April 2026. Dalam forum nasional tersebut, ia menerima amanat untuk mewakili kawasan Indonesia Timur yang meliputi NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Marno menginisiasi diskusi serta menyampaikan materi mengenai isu strategis bertajuk “Industri Peternakan di Wilayah Lahan Kering.” Secara akademik, paparan yang disampaikan menyoroti tantangan agroekologi lahan kering, keterbatasan sumber daya air, serta potensi pengembangan sistem peternakan adaptif yang relevan dengan karakteristik wilayah timur Indonesia.


Partisipasi Marno dalam musyawarah nasional ini tidak hanya merefleksikan sinergi antara perannya sebagai pengurus lembaga kemahasiswaan, praktisi peternakan, dan akademisi muda, tetapi juga meneguhkan posisi UNDANA dalam kontestasi wacana pembangunan peternakan nasional. 

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 2 April 2026, diharapkan rumusan rekomendasi dari forum ini dapat mengakomodasi pendekatan berbasis lahan kering sebagai bagian integral dari kebijakan industri peternakan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dari kawasan timur sebagai aktor utama dalam pembangunan peternakan di daerahnya masing-masing.


Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Dr. Tian Liufeto, menyampaikan apresiasi terhadap capaian yang diraih Marno. Menurutnya, “Prestasi Marno tidak tumbuh di ruang hampa sebab ada ekosistem pendukung yang kuat di Universitas Nusa Cendana. 

Kami mengapresiasi dukungan dan komitmen penuh dari Rektor Undana dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR3), yang menyediakan karpet merah bagi mahasiswa berprestasi untuk berlaga di level nasional. Dukungan finansial, bimbingan mental, dan penyediaan akses pengembangan kompetensi adalah investasi jangka panjang. Ketika universitas memberikan kepercayaan, mahasiswa seperti Marno dapat membalasnya dengan dedikasi. Hal ini menciptakan lingkaran optimisme (circle of optimism) yang menular. Kami ingin setiap mahasiswa Undana merasa bahwa kampus adalah batu loncatan, bukan pembatas mimpi.”

"Menurut saya, dunia pendidikan tinggi hari ini tidak lagi bisa dipandang sebagai menara gading yang hanya memproduksi deretan angka di atas lembar KHS, karena di tengah disrupsi global dan tantangan spesifik agroekologi di wilayah Timur Indonesia, kita membutuhkan profil lulusan yang tidak sekadar “pintar menghafal,” tetapi “cerdas mengeksekusi”—dan sosok Marno Bunda, mahasiswa Program Studi Peternakan Undana, adalah anomali yang membanggakan sekaligus bukti nyata bahwa kompetensi sejati lahir dari keberanian melintasi batas-batas konvensional ruang kelas, terlihat dari kemampuannya menyeimbangkan peran sebagai Ketua BLM FPKP, pengurus nasional ISMAPETI, sekaligus praktisi Inseminasi Buatan (IB) yang kompeten, sebuah manifesto yang meruntuhkan dikotomi keliru antara aktivis organisasi dan akademisi murni dengan membuktikan bahwa jabatan organisasi bukanlah beban yang menghambat akademik, melainkan laboratorium kepemimpinan yang memperkuat integritas personal; ketika Marno mampu melakukan praktik IB secara mandiri pada unggas, babi, hingga sapi, ia tidak sedang sekadar menjalankan tugas teknis, melainkan memanifestasikan kedaulatan ilmu pengetahuan yang ditekankan FPKP Undana bahwa sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur membutuhkan sentuhan tangan-tangan terampil yang memahami denyut nadi masalah di lapangan, bukan sekadar teori di balik meja, dan kehadirannya dari UNDANA sebagai perwakilan  Indonesia Timur pada Musyawarah Nasional ISMAPETI di Universitas Gadjah Mada tahun 2026 dengan mengusung isu “Pengembangan Industri Peternakan di Wilayah Lahan Kering” merupakan langkah strategis yang tajam—karena selama ini diskursus peternakan nasional kerap didominasi perspektif lahan basah atau industri intensif skala besar yang tidak selalu kompatibel dengan karakteristik wilayah Timur, sehingga dengan membawa suara dari Amarasi, Fatuleu, hingga Kolbano ke forum nasional, Marno melakukan diplomasi akademik yang menegaskan bahwa NTT bukan lagi sekadar objek kebijakan, melainkan subjek yang memiliki solusi atas tantangan sumber daya air dan pakan lokal, sebuah bentuk intelektualitas responsif yang membuktikan bahwa mahasiswa unggul adalah mereka yang mampu menerjemahkan kesulitan di desanya menjadi argumen ilmiah yang diakui secara nasional".Tambahnya.(*)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa