OELAMASI, LIPUTANNTT.Com,Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, dan Bupati Kupang Yosef Lede serta Unsur Forkopimda Provinsi NTT melaksanakan panen raya jagung di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Senin (30/03/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan berkelanjutan menuju Kabupaten Kupang Emas, sekaligus wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, menyampaikan bahwa panen raya jagung di Desa Pantulan merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa pada bulan April mendatang, Kabupaten Kupang diperkirakan akan memanen sekitar 10.000 hektar jagung. Dengan perkiraan produksi rata-rata 5 ton per hektar, maka total hasil panen dapat mencapai sekitar 50.000 ton jagung.
“Ini adalah prestasi yang luar biasa, tepuk tangan untuk Pak Bupati, Ibu Kadis Pertanian dan jajaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wagub menegaskan bahwa capaian tersebut sangat mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia berharap hasil panen ini dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk kebutuhan ekonomi, tetapi juga sebagai cadangan pangan.
“Setelah panen, lahan diharapkan dapat kembali dimanfaatkan untuk penanaman berbagai komoditas lain seperti sayuran dan kacang-kacangan”, Tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi global yang tengah menghadapi gejolak dan ketidakpastian, termasuk ancaman krisis energi akibat konflik internasional. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi salah satu solusi utama dalam menghadapi situasi tersebut.
“Walaupun perang terus terjadi di luar sana, kita harus pastikan kebutuhan makan dan minum di daerah kita tetap aman. Panen jagung ini bukan hanya untuk dijual, tetapi juga untuk menjaga ketahanan pangan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan panen raya ini merupakan bukti nyata komitmen masyarakat Desa Pantulan dalam menjalankan program pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.
“Keberhasilan ini harus menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan”, Tegasnya.
Terkait hasil panen yang melimpah, Bupati meminta perhatian dari pihak Bulog untuk menyerap hasil produksi petani. Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden, Bulog memiliki kewajiban untuk membeli hasil panen petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Masyarakat jangan buru-buru jual hasil panen. Jemur jagung hingga kadar air mencapai 14 persen agar bisa mendapatkan harga Rp.6.400 per kilogram,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar hasil penjualan tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi, tetapi sebagian disisihkan sebagai modal usaha tani ke depan. Ia juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah, sehingga anggaran yang terbatas dapat menjangkau wilayah lain yang membutuhkan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur, perwakilan Kapolda, jajaran TNI-Polri, BPS, dan Bulog yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat kami,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, mewakili Kapolda NTT, Kombes Pol FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H,
menekankan pentingnya pembentukan pola pikir (mindset) masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung.
“Pada tahun 2025, produktivitas jagung di NTT masih berkisar antara 2,5 hingga 3 ton per hektar. Namun, berkat dukungan pemerintah serta kerja keras dan ketekunan para petani, hasil panen kini meningkat signifikan hingga mencapai lebih dari 5 ton per hektar”, Ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat, sehingga perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia juga mendorong agar semangat peningkatan produksi jagung ini digelorakan di seluruh kabupaten di NTT, mengingat potensi lahan pertanian, khususnya di Kabupaten Kupang, masih sangat luas dibandingkan dengan beberapa daerah lain seperti Sumba, Soe, dan TTS.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pantulan yang dinilai berhasil menginspirasi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, mewakili tokoh masyarakat Desa Pantulan, Wilhelmus Lussy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian.
Ia juga menyampaikan beberapa kebutuhan masyarakat untuk menunjang aktivitas pertanian di Desa Pantulan dalam rangka menunjang produksi dan hasil produksi pangan.
Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh Kapolres Kupang, Danramil Camplong, Kapolsek Sulamu, perwakilan Bulog NTT, Kepala BPS Kabupaten Kupang, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, Camat Sulamu, Kepala Desa Pantulan, para penyuluh pertanian, petani, serta tokoh masyarakat.(*)

