Hadiri Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026, Gubernur Melki Optimistis Pembinaan Atlet Muda Dongkrak Prestasi NTT di PON 2028

Pemred Liputan NTT
0

 

Waikabubak,LIPUTANNTT.Com,Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, menyaksikan secara langsung babak semifinal Lomba Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026 di Arena Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak pada Kamis (16/7/2026) sore.


Kehadiran Gubernur Melki bersama Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan olahraga berkuda di NTT yang dinilai memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus menjadi salah satu cabang olahraga andalan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.


Turut hadir Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, jajaran Forkopimda Kabupaten Sumba Barat, serta ribuan masyarakat yang memadati arena pacuan.


Turnamen Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026 ini berlangsung pada 6–18 Juli 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kejuaraan ini mempertandingkan 16 kelas pacuan, mulai dari kelas pemula hingga kelas utama, dengan melibatkan ratusan kuda pacu terbaik beserta para joki dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa pacuan kuda bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Sumba yang telah diwariskan secara turun-temurun.


"Kuda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumba. Pacuan kuda bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus melestarikan tradisi yang menjadi kebanggaan daerah," ujarnya.


Menurut  Melki Laka Lena, penyelenggaraan event seperti Bupati Sumba Barat Cup ini memiliki nilai strategis karena menjadi wadah pembinaan atlet sejak usia dini. Melalui kompetisi yang berlangsung secara rutin dan berkualitas, bibit-bibit atlet berkuda dapat dipersiapkan lebih baik untuk bersaing di tingkat nasional, termasuk pada PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.


"Kita optimistis kegiatan seperti ini akan memperkuat pembinaan atlet berkuda di NTT. Semakin banyak kompetisi yang berkualitas, semakin besar peluang kita melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di PON 2028 maupun kejuaraan nasional lainnya," kata Melki.


Selain menjadi sarana pembinaan olahraga, Gubernur Melki juga menilai pacuan kuda memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Kehadiran peserta, ofisial, dan ribuan penonton membuka peluang usaha bagi pedagang, pelaku UMKM, serta masyarakat sekitar arena pertandingan.


Ia berharap tradisi pacuan kuda di Sumba terus dipelihara dan dikembangkan sehingga menjadi salah satu ikon olahraga dan destinasi wisata unggulan Nusa Tenggara Timur.


"Saya berharap penyelenggaraan pacuan kuda di Sumba semakin baik dari tahun ke tahun, baik dari sisi kualitas pertandingan, pembinaan atlet, maupun penyelenggaraannya, sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Sumba dan NTT," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengaku terkesan setelah menyaksikan langsung atmosfer pacuan kuda di Sumba. Menurutnya, olahraga berkuda telah menyatu dengan kehidupan masyarakat sehingga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.


"Untuk PON 2028 nanti, setelah saya menyaksikan pacuan kuda tadi, sebagai ketua KONI saya memutuskan untuk Pacuan kuda tradisional tempatnya di sini," ungkap Marciano.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan perlengkapan keselamatan berupa body protector dan helm kepada para joki cilik sebagai bentuk perhatian terhadap aspek keselamatan dalam olahraga berkuda.


Salah seorang joki cilik asal Sumba Barat, Kevin, mengaku bangga dapat mengikuti kejuaraan tersebut. Ia berharap event pacuan kuda terus diselenggarakan setiap tahun agar semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni olahraga berkuda.


Melalui penyelenggaraan kejuaraan yang berkesinambungan, Pemerintah Provinsi NTT optimistis olahraga berkuda tidak hanya menjadi warisan budaya yang tetap lestari, tetapi juga menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang mampu menyumbang prestasi bagi Nusa Tenggara Timur pada PON XXII Tahun 2028.(*)



Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa