Kupang, LIPUTANNTT.Com,Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan bantuan sosial. Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan peluncuran Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (9/7).
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc. Program Garuda merupakan inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan sosial masyarakat di sekitar kawasan SPPG Kota Kupang dengan mengoptimalkan peran Karang Taruna dan perguruan tinggi sebagai penggerak perubahan.
Rakor ini dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd., Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikti Sainstek, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, M.M., pimpinan perangkat daerah, kader Karang Taruna, perwakilan SPPG, serta mahasiswa Undana.
Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
"Tagline Kemendikti Sainstek adalah Berdampak. Ini merupakan kontrak sosial bahwa seluruh aktivitas perguruan tinggi harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat. Peluncuran Program Garuda menjadi momentum membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih kuat, inklusif, dan berkeadilan," ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menekankan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi motor penggerak penyelesaian persoalan kemiskinan dan pengangguran.
"Perguruan tinggi harus menjadi problem solver. Kita harus mengubah paradigma berkompetisi menjadi berkolaborasi. Konsorsium perguruan tinggi di NTT harus melahirkan aksi nyata, bukan sekadar wacana," tegasnya.
Sementara itu, sambutan Penjabat Gubernur NTT yang dibacakan Plh. Sekda NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, menyebutkan angka kemiskinan di NTT masih mencapai sekitar 1,03 juta jiwa, meski kemiskinan ekstrem telah berhasil ditekan menjadi 6,96 persen. Pemerintah Provinsi NTT terus mengakselerasi pengentasan kemiskinan melalui peningkatan ketepatan sasaran perlindungan sosial, penguatan produktivitas ekonomi masyarakat, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar.
Deputi Kemenko PMK, Prof. Abdul Haris, menambahkan bahwa pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem nasional mendekati nol persen melalui pendekatan yang bersifat permanen, yakni penguatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sirkular.
Usai mengikuti rakor, Wali Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota meninjau stan pameran hasil karya mahasiswa. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah produk sabun cuci yang dibuat dari pemanfaatan limbah di sekitar kawasan SPPG sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.
Menurut Wali Kota, inovasi-inovasi seperti ini membuktikan bahwa pengentasan kemiskinan dapat dimulai dari penguatan kapasitas masyarakat untuk menciptakan nilai tambah dari potensi yang ada.
"Ini program yang sangat bagus. Karang Taruna didorong menjadi unggul dan berdaya. Sisa dari SPPG tidak terbuang begitu saja, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti maggot dan sabun cuci melalui konsep ekonomi sirkular yang tadi dimentori Pak Wamen," ujar dr. Christian.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra aktif dalam memastikan Program Garuda berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Pemkot mendukung penuh. Kami akan terus membangun koordinasi lintas sektor bersama Karang Taruna, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan agar program pemberdayaan pemuda ini berjalan semakin masif dan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang," tegasnya.(*)

