Setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi tidak produktif dan dibayangi berbagai persoalan tata kelola, PT Flobamor (Perseroda) mulai menata kembali arah bisnisnya.

Pemred Liputan NTT
0

 

KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Bertempat di gedung PT Flobamor (Perseroda) Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT,kamis 13/8/26 , di adakan konferensi pers bersama sejumlah awak media.


Setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi tidak produktif dan dibayangi berbagai persoalan tata kelola, PT Flobamor (Perseroda) mulai menata kembali arah bisnisnya. 


Badan usaha milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kini memfokuskan langkah pada tiga sektor strategis, yakni perhotelan, transportasi laut, dan pengembangan pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Manajemen baru Flobamor menargetkan tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan perusahaan. Fokus tersebut dipilih dari sejumlah rencana usaha yang telah mendapatkan persetujuan Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT.


Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor, Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan, perusahaan sedang berupaya membangun fondasi bisnis yang sehat melalui optimalisasi aset dan pembenahan tata kelola perusahaan.

“Kami ingin memastikan Flobamor mampu menutup tahun buku 2026 dengan kinerja yang lebih baik dan tidak lagi mengalami defisit,” ujarnya.


Salah satu langkah awal yang ditempuh adalah mengambil alih kembali pengelolaan Hotel Sasando di Kota Kupang. Hotel milik Pemerintah Provinsi NTT tersebut selama ini menjadi salah satu aset strategis yang diharapkan kembali memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.


Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan bahwa pembenahan tidak hanya menyasar aspek manajemen hotel, tetapi juga pengembangan ekosistem pariwisata di Kota Kupang melalui berbagai kegiatan kreatif dan promosi destinasi.

“Hotel Sasando memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat NTT. Kami ingin mengembalikan daya tariknya sekaligus menjadikannya bagian dari penggerak sektor pariwisata daerah,” katanya.


Saat ini tim transisi tengah melakukan pendataan ulang fasilitas serta memastikan seluruh layanan dapat beroperasi secara optimal. Dialog dengan para karyawan juga terus dilakukan untuk menyerap masukan dalam proses transformasi perusahaan.


Selain sektor perhotelan, Flobamor kembali menghidupkan bisnis pelayaran yang sebelumnya mengalami berbagai kendala. Melalui pengoperasian KMP Sasando, perusahaan menargetkan peningkatan konektivitas antara Kota Kupang dan Pulau Semau.


Kapal berkapasitas 76 penumpang tersebut direncanakan melayani rute Kupang–Semau hingga delapan kali sehari. Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, pelajar, pegawai, serta pelaku usaha yang selama ini bergantung pada transportasi laut.


Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, menegaskan bahwa pengelolaan sektor pelayaran akan dilakukan dengan sistem digital untuk meningkatkan transparansi dan mencegah kebocoran pendapatan yang pernah terjadi pada masa lalu.

“Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting. Karena itu seluruh transaksi dan pengelolaan keuangan akan dilakukan secara lebih akuntabel dan berbasis digital,” ujarnya.


Pilar ketiga yang menjadi andalan Flobamor adalah pengembangan NTT Mart sebagai etalase produk unggulan UMKM daerah. Pada September 2026, tiga gerai baru NTT Mart dijadwalkan mulai beroperasi di sejumlah titik strategis di Kota Kupang.


Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor, Leonardo A.R. Waleng, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan yang menjadi prioritas pembangunan daerah.


Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir perusahaan telah melakukan kurasi terhadap berbagai produk lokal agar memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik.

“Produk UMKM NTT memiliki potensi besar. Tantangannya adalah memastikan kualitas dan akses pasar sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.


Untuk mendukung tujuan tersebut, Flobamor juga menggagas pembangunan laboratorium pangan atau Food Lab bekerja sama dengan Uma Kanaru Institute. Fasilitas ini akan membantu proses pengujian kualitas, keamanan pangan, dan sertifikasi produk UMKM.


Di tengah berbagai langkah ekspansi itu, manajemen menyadari masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah kewajiban perusahaan kepada mantan anak buah kapal (ABK) KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu yang hingga kini masih menunggu penyelesaian hak-haknya.

Direktur Utama PT Flobamor, Dominggus Elcid Li, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menyelesaikan kewajiban tersebut secara bertahap sesuai kemampuan keuangan perusahaan dan ketentuan peraturan daerah yang berlaku.


Menurut Elcid, keberhasilan program transformasi perusahaan akan menjadi kunci untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus memenuhi tanggung jawab kepada para pekerja yang terdampak pada periode sebelumnya.

“Flobamor harus kembali menghasilkan keuntungan agar mampu menyelesaikan berbagai kewajiban masa lalu dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.(*/ HM)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa