KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dan PT Telkom Indonesia dalam mendukung penguatan infrastruktur digital serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui pelatihan Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat memberikan sambutan pada kegiatan Penyerahan Bantuan Infrastruktur dan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Tenaga Pendidik SD dan SMP di Kota Kupang, di Hotel Aston Kupang, Senin (10/8).
Turut hadir Manager Government Service Witel Nusa Tenggara, Agustin Albertina, Head of Telkom Daerah Kupang, Agustina Meme Goran, Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, MM.,Waldeni dan tim dari Yayasan Bhakti Unggul Negeri, Yandres dan tim dari Sahabat Education, Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Kupang, serta para Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang.
Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada PT Telkom yang selama ini telah membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang, termasuk dalam mendukung keterbukaan akses informasi dan data. Menurutnya, data yang akurat merupakan dasar penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi semakin penting di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah. Menurutnya, berbagai keterbatasan dapat diatasi melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, lembaga keagamaan dan berbagai elemen lainnya.
“Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Hari ini adalah wujud nyata bahwa kita memilih untuk berjalan bersama,” ungkapnya.
Wali Kota juga mengingatkan seluruh aparatur dan tenaga pendidik untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat. Ia mengibaratkan adaptasi seperti mengubah arah layar ketika menghadapi perubahan arah angin.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Itulah adaptif. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman supaya tidak ketinggalan,” jelasnya.
Khusus kepada para guru, Wali Kota meminta agar AI dipelajari, dipahami dan dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran. AI, menurutnya, dapat membantu guru menemukan bahan ajar, mengembangkan ide pembelajaran serta menghadirkan materi visual yang lebih menarik bagi siswa.
“Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati. AI justru harus menjadi alat yang memperkuat guru,” tegasnya.
Wali Kota memaknai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan 40 unit komputer dan pelatihan AI, tetapi sebagai bentuk investasi terhadap manusia. Menurutnya, pembangunan Kota Kupang tidak hanya menyangkut pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia.
“Dengan berinvestasi pada manusia, kita sedang menjaga masa depan bangsa. Dari tangan para guru hari ini, kelak akan lahir dokter, pengacara, pilot, ASN, TNI-Polri, dan berbagai profesi hebat lainnya. Karena itu, membangun kota bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusianya,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota kembali menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun Kota Kupang. “Coming together is a beginning, staying together is progress, working together is success,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, MM., menegaskan komitmen Telkom untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transformasi digital, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga pada berbagai aspek pembangunan.
Menurutnya, sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, Telkom memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi melalui berbagai pilar, termasuk pendidikan, sosial, lingkungan dan ekonomi. Melalui program tersebut, Telkom memberikan dukungan infrastruktur digital berupa komputer kepada 40 sekolah sekaligus menyelenggarakan pelatihan AI bagi tenaga pendidik.
Nugroho berharap program tersebut tidak berhenti sebagai proyek satu kali, tetapi memiliki strategi keberlanjutan dan pengembangan ke depan. Menurutnya, transformasi pendidikan menuntut guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, kreatif dan siap menghadapi masa depan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan.
Lebih lanjut, Nugroho menyampaikan bahwa tantangan pendidikan ke depan bukan hanya terkait penyediaan perangkat keras, tetapi juga penguatan literasi digital dan konektivitas. Ia berharap dukungan Telkom dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem digital di Kota Kupang serta mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi AI.
“Mudah-mudahan simpul kolaborasi yang kita susun ini menjadi starting point bahwa memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama. Kami dari Telkom Indonesia siap terus berkontribusi dan bersinergi, tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam berbagai aspek digitalisasi dan pengembangan ekosistem digital,” pungkasnya.(*/ CD)


