KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karantina ke-149 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Karantina Indonesia ke-3, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT akan menggelar sejumlah kegiatan sosial bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut berupa vaksinasi rabies gratis dan donor darah yang dipusatkan di Kantor Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT, Senin (28/9/2026).
Mewakili Kepala Karantina NTT, Rahmat Irfanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bakti Karantina ke-149 dan HUT Badan Karantina Indonesia yang ke-3.
Menurutnya, kegiatan vaksinasi rabies gratis merupakan bentuk kepedulian pihak karantina terhadap kesehatan hewan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit rabies.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit rabies melalui vaksinasi hewan secara gratis,” ujar Rahmat.
Selain vaksinasi rabies, kegiatan donor darah juga menjadi bagian dari aksi sosial dalam rangka memperingati momentum tersebut. Donor darah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat dan pegawai.
Rahmat mengatakan, peringatan Bulan Bakti Karantina tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat pelayanan dan kontribusi nyata Badan Karantina Indonesia kepada masyarakat.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan vaksinasi rabies gratis tersebut serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan semakin memperkuat sinergi antara Karantina dengan masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan, manusia, serta kelestarian sumber daya hayati,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Karantina NTT untuk terus memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dalam mendukung kesehatan, keamanan, serta keberlanjutan sumber daya hayati di Nusa Tenggara Timur." harap Rahmat.(* HM)



