KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, pada Jumat, 31 Juli 2026. Mengusung program optimalisasi lahan pekarangan produktif, tim mengajak warga membudidayakan ayam petelur dan sayuran sebagai sumber pangan keluarga sekaligus pendapatan tambahan.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sillu itu dihadiri tim PKM UNDANA, antara lain Ibu Morin M. Sol’uf, S.Pt., M.Si.; Melliany Anggelina Ottu, S.Pt., M.Pt.; Simon Mullik, S.Pt., M.Si.; Adyanto Banamtuan, S.Pt., M.Pt.; David Nguru, S.Pt., M.Pt.; dan Sefrans Banamtuan, S.Pt., M.Pt. Turut hadir kelompok tani ternak serta mahasiswa yang dilibatkan dalam program.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sillu menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan pengabdian UNDANA. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena memberi pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat dalam mengelola potensi lingkungan sekitar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sillu. Dengan adanya pengetahuan dan pendampingan dari tim PKM UNDANA, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memanfaatkan pekarangan menjadi lahan produktif yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali sosialisasi mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan. Materi budidaya ayam petelur skala rumah tangga disampaikan Simon Mullik. Peserta mendapat pemahaman mulai dari pemilihan bibit, penyediaan kandang, manajemen pakan, air minum, kesehatan ternak, hingga pengelolaan produksi telur.
Tidak berhenti di teori, peserta kemudian diajak praktik langsung. Mereka mempraktikkan persiapan kandang, teknik pemberian pakan dan air minum, sanitasi kandang, serta pengelolaan pemeliharaan agar produksi telur optimal.
Selanjutnya, materi budidaya sayur-mayur disampaikan Adyanto Banamtuan. Peserta belajar teknik budidaya yang sesuai kondisi lingkungan setempat, mulai dari persiapan media tanam, pemilihan jenis sayuran, penanaman, pemeliharaan, hingga pengendalian hama dan penyakit secara sederhana.
Ketua Tim PKM UNDANA, Morin M. Sol’uf, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mudah diterapkan.
“Harapan kami, masyarakat dapat terus memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini. Budidaya ayam petelur dan sayuran tidak hanya menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Morin.
Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak hanya dilihat dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menerapkan dan mengembangkan inovasi. Karena itu, pendampingan dan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting menjaga keberlanjutan program.
Mahasiswa yang terlibat dalam PKM UNDANA turut berperan aktif mendampingi masyarakat selama sosialisasi dan pelatihan. Mereka membantu demonstrasi, memfasilitasi diskusi, serta mendampingi peserta pada setiap tahapan praktik. Keterlibatan itu menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, masyarakat Desa Sillu diharapkan mampu menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif yang bermanfaat jangka panjang. Budidaya ayam petelur dan sayuran di tingkat rumah tangga diharapkan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.(*/Marno)

