SOE, LIPUTANNTT.COM, Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) masih memprihatinkan.
Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres TTS, Iptu I Gusti Komang Astina, S.H., saat menyampaikan perkembangan Operasi Patuh Turangga 2026 di Mapolres TTS, Selasa (28/10/2026).
Operasi Patuh Turangga yang berlangsung selama 14 hari tersebut kini telah memasuki hari ketiga, sejak resmi dimulai Senin, 26 Oktober 2026.
Meski secara aturan porsi penindakan dalam operasi adalah 50 persen, Polres TTS memilih untuk lebih mengedepankan pendekatan humanis.
"Hari pertama ada dua tilang, hari kedua juga dua tilang. Hari ini penindakan nihil, hanya ada sepuluh orang yang diberi teguran. Sesuai arahan pimpinan, kami lebih mengutamakan himbauan dan pendekatan persuasif," ungkap Iptu Gusti Komang Astina.
Ia menjelaskan, sebelum operasi dimulai, pihaknya juga telah menggelar pawai keselamatan berlalu lintas untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas, terutama penggunaan helm.
Data Mencengangkan: 167 Korban
Di balik operasi tersebut, Kasat Lantas merilis data laka lantas yang menjadi alarm bagi seluruh warga TTS.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 118 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres TTS.
Dengan rincian korban yang memilukan:
- Meninggal Dunia: 21 orang
- Luka Berat: 50 orang
- Luka Ringan: 96 orang
Total korban mencapai 167 orang.
"Angka inilah yang menjadi alasan utama kami tidak hanya fokus pada penindakan semata. Kami ingin masyarakat sadar, bukan sekadar takut ada operasi," tegasnya.
Ia berharap, selama sisa masa operasi dan setelahnya, budaya tertib berlalu lintas di Kota SoE dan seluruh TTS semakin meningkat.
"Kami berharap angka kecelakaan dapat menurun. Kami menghimbau seluruh warga untuk selalu menggunakan helm, menjaga kecepatan kendaraan, dan mematuhi semua peraturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun keluarga," pungkas Kasat Lantas.(*/WL)

