KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi mutlak pembangunan peradaban daerah. Kehadiran tenaga kesehatan yang profesional,kompeten, dan berempati tinggi sangat dibutuhkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta mengakselerasi penurunan angka stunting di seluruh wilayah Flobamorata.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Melki dalam sambutannya pada Upacara Wisuda, Pelantikan,dan Pengambilan Sumpah Lulusan Profesi Ners, Sarjana Terapan Keperawatan, serta Ahli Madya Kesehatan Tahun Akademik 2025/2026 Poltekkes Kemenkes Kupang di Grha Poltekkes Kemenkes Kupang, Kamis (29/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan selamat dan proficiat kepada 1.140 lulusan yang diwisuda selama dua hari. Sebanyak 751 wisudawan mengikuti prosesi pada hari pertama (Sesi 1 dan 2),sementara 389 wisudawan diwisuda pada hari kedua.
Apresiasi mendalam turut disampaikan kepada para orang tua dan wali atas pengorbanan serta doa yang mengantarkan para wisudawan hingga kelulusan. Gubernur juga mengapresiasi jajaran pimpinan dan dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yang secara konsisten mencetak tenaga kesehatan andal di kawasan timur Indonesia.
Gubernur Melki mengajak para wisudawan untuk meneladani semangat pelopor keperawatan modern Florence Nightingale, yang mengedepankan pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian tulus terhadap sesama. Ia berpesan agar tenaga kesehatan baru senantiasa mengutamakan empati dalam setiap tindakan medis.
“Apabila ada masyarakat yang datang meminta pertolongan kesehatan kepada kita, perlakukanlah ia seperti saudara atau keluarga sendiri. Dengan begitu, kita bisa melayani dengan spirit kemanusiaan yang kuat,” ungkap Gubernur Melki.
Ia mengingatkan agar para lulusan tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan latar belakang sosial ekonomi, serta terus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa pernah kehilangan sentuhan humanis.
Gubernur menambahkan, dalam kerangka program Dasa Cita Kelima: "Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat, dan Bebas Stunting", peran tenaga kesehatan sangat krusial. Masa depan NTT yang berdaya saing hanya dapat terwujud jika masyarakatnya tumbuh sehat, kuat, dan produktif. Oleh karena itu, penanganan stunting, pengendalian penyakit menular, serta penguatan layanan kesehatan dasar menjadi tantangan dan ruang pengabdian nyata bagi para lulusan baru.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Sesditjen SDMK) Kemenkes RI, Albertus Yudha Poerwadi, yang hadir secara virtual via Zoom Meeting, turut memberikan pembekalan kepada para wisudawan.
“Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari pengabdian yang panjang. Jadilah tenaga kesehatan yang kehadiran dan pengabdiannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Albertus.
Turut hadir secara langsung dalam kegiatan ini unsur Forkopimda Provinsi NTT, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang beserta jajaran senat dan civitas akademika, serta para orang tua wisudawan.(*)

