Prof. Thomas Mata Hine Paparkan Dasar-Dasar Reproduksi Sapi Betina dalam Pelatihan Inseminasi Buatan di Undana

Pemred Liputan NTT
0

Kupang, LIPUTANNTT.Com, Guru Besar bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Thomas Mata Hine, M.Si., membawakan materi tentang dasar-dasar reproduksi sapi betina dalam kegiatan Pelatihan Inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi yang digelar di Aula Pascasarjana Undana, Kupang, pada Kamis, 15 Oktober 2026.


Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Peternakan Kabupaten Kupang dengan FPKP Undana, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Kupang, Yosef Lede. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan tenaga peternakan dan inseminator dalam mendukung program reproduksi serta perbaikan kualitas genetik ternak sapi di wilayah Kabupaten Kupang.


Pemahaman Reproduksi sebagai Fondasi Keberhasilan IB

Dalam pemaparannya, Prof. Thomas Mata Hine menekankan bahwa pemahaman mendalam mengenai dasar-dasar reproduksi sapi betina merupakan fondasi utama bagi keberhasilan inseminasi buatan. Materi yang disampaikan mencakup anatomi dan fisiologi organ reproduksi sapi betina, siklus estrus, serta aspek hormonal yang mengatur proses reproduksi.


Reproduksi memegang peranan strategis dalam dunia peternakan sapi, karena keberhasilan reproduksi tidak hanya menentukan keberlanjutan produksi susu dan daging, tetapi juga memengaruhi aspek kesehatan, ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta ketahanan pangan. Pemahaman tentang siklus estrus pada sapi betina yang rata-rata berlangsung sekitar 21 hari  menjadi kunci dalam menentukan waktu yang tepat untuk pelaksanaan inseminasi.


Prof. Thomas Mata Hine merupakan akademisi yang telah lama menekuni bidang bioteknologi reproduksi ternak. Ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak pada Januari 2026. Selain aktif sebagai peneliti dengan belasan hibah penelitian nasional, ia juga merupakan penulis buku Stem Cell Embrionik (2016) dan Reproduksi Sapi (2025). Dalam orasi ilmiah pengukuhannya, Prof. Thom memaparkan inovasi pemanfaatan ekstrak daun kelor sebagai aditif dalam preservasi dan kriopreservasi sperma ternak, yang dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi reproduksi sapi dan mendukung ketahanan pangan nasional.


Kolaborasi Strategis Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi

Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi ini. “Kerja sama seperti ini penting agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucapnya.


Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan bahwa pelatihan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan pembelajaran di ruang pelatihan. “Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti dalam kegiatan pelatihan, tetapi harus dibawa ke lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.


Menjawab Tantangan Reproduksi di Lahan Kering NTT

Pelatihan ini memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi peternakan di Nusa Tenggara Timur. Sebagai salah satu daerah produsen sapi utama di Indonesia, NTT menghadapi tantangan ekosistem lahan kering yang dapat menurunkan efisiensi reproduksi ternak. Kekeringan berkepanjangan, stres panas, dan keterbatasan pasokan pakan menyebabkan tingginya angka service per conception (S/C), panjangnya calving interval (CI), serta rendahnya angka konsepsi pada ternak sapi di wilayah ini.


Adopsi teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan, sinkronisasi estrus, dan transfer embrio telah terbukti mampu meningkatkan angka konsepsi hingga 70 persen dan memperpendek jarak kelahiran menjadi 12 hingga 15 bulan. Dengan demikian, peningkatan kompetensi inseminator melalui pelatihan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas sapi dan pengembangan usaha peternakan di Kabupaten Kupang.


Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Pemkab Kupang dan Undana, diharapkan hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat semakin kuat, sehingga sektor peternakan dapat menjadi pilar utama perekonomian daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. (*/Marno)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa