KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi masa depan Nusa Tenggara Timur. Kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, teladan, sekaligus pelayan bagi guru, peserta didik, dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki Laka Lena saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah Tahap II Tahun 2026, yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 9 November 2026, bertempat di Hotel Pelangi Kupang.
Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, diklat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan calon pemimpin pendidikan yang profesional dan berkualitas untuk mendorong kemajuan pendidikan di NTT.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, saat ini terdapat 1.045 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Sebelumnya, Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahap I telah dilaksanakan dengan jumlah 159 peserta. Sementara Diklat Tahap II tahun 2026 diikuti 135 peserta.
Gubernur menegaskan bahwa jumlah peserta tersebut bukan sekadar angka, melainkan representasi harapan untuk menghadirkan kepemimpinan sekolah yang semakin berkualitas, berintegritas, dan mampu membawa perubahan nyata bagi dunia pendidikan di NTT.
Ia mengingatkan pentingnya mengimplementasikan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yakni “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan di depan, membangun semangat di tengah, serta memberikan dorongan dari belakang.
“Diklat ini bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh sertifikat atau memenuhi persyaratan jabatan. Lebih dari itu, ini merupakan proses mempersiapkan diri untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Menjadi kepala sekolah berarti siap memberikan arah, menggerakkan perubahan, mendengarkan warga sekolah, serta menjadi teladan dalam disiplin, integritas, kerja keras, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Karena itu, Gubernur meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan diklat dengan sungguh-sungguh, membangun kompetensi, integritas, kreativitas, keberanian, kemampuan berkolaborasi, serta memiliki semangat melayani. Peserta juga diharapkan aktif berdiskusi, belajar dari narasumber maupun sesama peserta, serta mengembangkan kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi sekolah.
Lebih lanjut, Gubernur mengatakan bahwa kondisi geografis dan sosial NTT yang beragam membutuhkan sosok kepala sekolah yang kreatif, adaptif, dan inovatif. Keterbatasan yang dihadapi tidak boleh menjadi penghalang, tetapi harus menjadi tantangan untuk melahirkan terobosan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Ia menegaskan, penguatan kualitas kepemimpinan pendidikan sejalan dengan arah pembangunan melalui Dasa Cita "Ayo Bangun NTT", khususnya Dasa Cita ke-2 tentang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan yang merata, bermutu, dan berkarakter, serta Dasa Cita ke-10 tentang Penguatan Kolaborasi Pembangunan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Di akhir arahannya, Gubernur menitipkan pesan agar para peserta tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan, tetapi memandang kepemimpinan sebagai kesempatan untuk melayani.
“Jangan hanya bertanya, apa yang harus saya perintahkan? Tetapi bertanyalah, apa yang dapat saya lakukan agar guru mengajar lebih baik, peserta didik berkembang lebih baik, dan sekolah menjadi lebih baik? Inilah semangat Ayo Bangun NTT. Membangun NTT melalui pendidikan, kerja bersama, dan pemimpin-pemimpin sekolah yang hadir untuk melayani,” pesannya.
Gubernur berharap melalui diklat ini akan lahir calon-calon kepala sekolah yang memiliki karakter kepemimpinan kuat, mampu menjawab tantangan pendidikan, serta membawa perubahan positif di lingkungan sekolah masing-masing.
“Ketika kita membangun sekolah, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Nusa Tenggara Timur,” tutupnya.(*/ cg)


