KUPANG, LIPUTANNTT.com,Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Pengukuhan Pengurus Uni Timor Aswa’in (Untas) Masa Bhakti 2025 - 2030, bertempat di Hotel Harper - Kupang, pada Kamis (22/1/2026) sore.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Rui F. G. P Duarte, Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, Rektor Unhan, Letjen Purn Dr. Anton Nugroho, Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat, Mayjen TNI I Wayan Suarjana, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto.
Turut hadir pula, Anggota DPD NTT, Abraham Paul Liyanto, Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, unsur Forkopimda NTT, Wakil Ketua I DPRD NTT yang juga Ketua Umum Untas Masa Bhakti 2025 - 2030, Fernando Osorio Soares, para Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah se-daratan Timor, serta segenap keluarga besar dan pengurus Untas.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Pataka oleh Menhan kepada Ketua Umum Untas Masa Bhakti 2025 - 2030. Setelah itu, pembacaan Surat Keputusan Ketua Umum Untas tentang Susunan Kepengurusan Untas Masa Bhakti 2025 - 2030, dan dilanjutkan dengan Pengukuhan Pengurus Untas Masa Bhakti 2025 - 2030.
Mengawali sambutannya, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan proficiat kepada seluruh keluarga besar dan jajaran pengurus Untas yang baru saja dikukuhkan.
“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan selamat kepada seluruh keluarga besar dan jajaran pengurus UNTAS yang telah dikukuhkan untuk mengemban tugas dan amanah lima tahun kedepan,” ucap Gubernur Melki.
Gubernur juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini terus berupaya mendorong terwujudnya visi pembangunan daerah, yaitu NTT yang lebih Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Visi ini, jelasnya bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang menuntut kerja nyata, disiplin, integritas, serta keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan melalui kerja kolaboratif dengan berbagai komponen.
“Pemerintah Provinsi NTT meyakini bahwa pembangunan tidak mungkin berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media, serta seluruh lapisan masyarakat, secara khusus termasuk kehadiran Untas di bumi Flobamorata,” terang Melki Laka Lena.
Ia juga menyebutkan bahwa Provinsi NTT memiliki potensi yang besar di berbagai sektor baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, energi terbarukan maupun ekonomi kreatif. Sehingga Ia berharap diperlukannya kerja kolaboratif dalam pengelolaannya.
“Beragam potensi tersebut hanya akan memberikan nilai tambah jika dikelola secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan kearifan lokal serta semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat NTT dengan berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.
Gubernur Melki menjelaskan peran lembaga, organisasi, dan komunitas sangat strategis. Sehingga selaku mitra pembangunan, Gubernur Melki juga mengharapkan Untas dapat berperan aktif sebagai agen perubahan, sekaligus jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Saya berharap agar setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar menyentuh akar persoalan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Melki.
Mengakhiri sambutannya, Ia juga menegaskan dan mengajak keluarga besar Untas bersama berbagai pihak untuk terus menumbuhkan semangat persatuan, toleransi, keberagaman dan kebersamaan dimanapun berada.
“NTT adalah rumah besar yang dihuni oleh keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah kekuatan, bukan penghalang, selama kita menjaganya dengan saling menghormati dan bekerja untuk tujuan bersama. Sekali lagi, saya mengajak kita semua untuk terus bersinergi, bergerak bersama, dan bekerja dengan hati demi NTT yang kita cintai. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap niat baik, karya dan pengabdian kita. Untas... Ayo Bangun Indonesia, Ayo Bangun NTT !!!,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.
Sementara itu, Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Untas sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang mewadahi secara resmi warga Indonesia asal Timor Timur diakui eksistensinya oleh negara. Dalam momentum tersebut, Ia juga kembali _flashback_ mengenang kembali pengalaman militernya bersama para pejuang di Timor Timur hingga referendum kemerdekaan negara tersebut di tahun 1999.
“Saya berdiri di sini, selain sebagai Menhan, namun saya juga berbicara sebagai teman seperjuangan bersama bapak ibu semua. Ikatan emosional dan sejarah sehingga saya dan kita semua bisa hadir di sini. Pertemuan ini penuh kehangatan dan kenangan serta pelajaran berharga kita sebagai saudara,” ucap Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
Menhan Sjafrie turut menekankan pentingnya peran, dedikasi dan kontribusi generasi muda, secara khusus putra-putri asal Timor Timur yang memilih Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan) Belu. Ia menyampaikan komitmennya terkait peluang putra-putri pejuang Timor Timur agar bisa menempuh pendidikan di Unhan melalui jalur beasiswa sehingga kelak bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Unhan ada berkat Bapak Presiden Prabowo yang pada pemerintahan sebelumnya menjabat sebagai Menhan. Dan keberadaan saya saat ini untuk melanjutkan salah satu perjuangan beliau yakni agar putra putri dan cucu - cucu bapak dan ibu semua bisa masuk dan sekolah di Unhan. Yang penting kita persiapkan generasi muda kita supaya disiplin, rajin belajar dan militan terhadap NKRI,” terang Menhan Sjafrie.
Menhan Sjafrie juga ingin agar keluarga besar Untas untuk menatap masa depan, tanpa harus dibayang bayangi masa lalu. “Kita tidak perlu terus melihat ke belakang. Yang terpenting Untas terus melangkah maju, menatap ke depan, berkarya, berkontribusi membangun bangsa, setia kepada merah putih dan mencintai NKRI,” terangnya.
“Melalui Untas, kita harus berjuang bersama-sama. Negara kita kaya potensi, dan harus kita kelola dengan baik, terukur agar hasilnya kembali kepada kesejahteraan rakyat kita. Dan generasi muda Untas harus buktikan dengan berkontribusi bagi negara dan sejarah pembangunan Indonesia. Jaga selalu perdamaian, saya yakin kehadiran Untas bisa memperkuat kita punya benteng Pancasila dan UUD 1945. Semoga hubungan emosional dapat terus kita jaga demi NKRI, untuk Indonesia Maju.” Pungkas Menhan RI.
Sebelumnya, Ketua Untas, Fernando Osorio Soares dalam sambutannya menyatakan sikap tegas Untas dan menegaskan keberadaan Untas untuk setia terhadap NKRI. Untas dijelaskan Nando lahir dari sikap warga Indonesia asal Timor Timur yang pada saat masa masa referendum memilih untuk tetap loyal terhadap Indonesia dan tinggal di pangkuan ‘Ibu Pertiwi’.
“Untas sejak awal berdiri, berkomitmen dan secara tegas menyatakan kesetiannya terhadap negara Indonesia. Kami juga ingin berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah ini,” ucap Nando.
Nando Soares juga mengungkapkan terima kasihnya kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT yang sejak 1999 terbuka untuk menerima saudara-saudari asal Timor Timur untuk hidup membaur bersama.
“Dari awal kedatangan, kami diterima dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Kini NTT telah jadi rumah untuk kami. Di sini kami hidup, bertumbuh dan juga terus mengabdi bagi bangsa Indonesia.” jelas Nando.(Ard)


