KUPANG, LIPUTANNTT.com,Konsorsium Building Effective Network (BEN) Kota Kupang terdiri dari Garamin NTT, Pertuni Kota Kupang dan PKBI NTT yang merupakan mitra pelaksana program BEN di kota Kupang menggelar pertemuan pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Tingkat kota Kupang, Rabu, 21 Januari 2026 bertempat di Sahid T-More hotel Kupang.
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan peserta dari unsur pemerintah lingkup kota Kupang, Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), LSM dan Forum, serta kelurahan Naikoten 1 sebagai kelurahan ramah disabilitas. Adapun pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan Kick Off Building Effective Network (BEN) Kota Kupang, tanggal 28 Oktober 2025 lalu.
Koordinator konsorsium BEN Kota Kupang, Yafas Lay mengungkapkan bahwa program BEN diinisiasi oleh Liliane Fonds dan NLR Indonesia dengan tujuan untuk menciptakan sistem pendukung yang lebih responsive dan terkoordinasi bagi penyandang disabilitas termasuk Down Syndrome dan kusta. Hal ini disebabkan karena kondisi saat ini dimana anak dan remaja dengan disabilitas (Children and Youth with Disabilites/CYWD), termasuk yang terdampak kusta dan down syndrome, masih menghadapi tantangan besar dalam mengakses pemenuhan layanan dasar, karena itulah SCN ini dibentuk.
Kegiatan ini diawali dengan pengantar dan paparan terkait BEN dan SCN, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan berbagi informasi terkait program dan rencana kerja masing-masing Lembaga yang nantinya bisa dipadukan dalam kegiatan-kegiatan program BEN. Adapun diskusi dalam proses pembentukan SCN ini difasilitasi oleh Kostan Lopo dari PKBI NTT, yang menghasilkan sejumlah usulan dan rekomendasi dari para peserta terkait Kerjasama ke depan dan struktur SCN Kota Kupang yang dibentuk.
Adapun anggota tetap SCN BEN Kota Kupang ini akan dipimpin oleh Mardhy Tuaty dari Garamin NTT, didampingi PKBI NTT, Pertuni Kota Kupang, perwakilan anak dan remaja dengan disabilitas, orang tua anak dan remaja dengan disabilitas. Sedangkan anggota luar biasa yang bergabung adalah dari dinas teknis terkait lingkup pemerintah kota Kupang." Urai yafas.
Mardhy Tuaty selaku ketua SCN Kota Kupang, mengucapkan terima kasih atas kesediaan multi pihak yang hadir dan mendukung program BEN ini. Dirinya menyebut, kerja-kerja ke depan masih banyak, dan oleh karena itu ia mengharapkan agar komunikasi yang sudah terbangun dan terjalin bisa terus terjaga untuk seterusnya bukan hanya pada saat program berjalan, meskipun konsekuensi bagi perwakilan dinas mungkin suatu saat akan dirotasi ke posisi yang lain. Karena sesungguhnya yang diharapkan adalah kerja-kerja kolaborasi untuk pemenuhan hak-hak anak dan remaja dengan disabilitas termasuk down syndrome dan kusta." Harap Mardhy. (kl)

