KUPANG, LIPUTANNTT.com,Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc., beserta jajaran di ruang kerjanya, Jumat (23/1). Turut mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred Lakabela.
Audiensi juga dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Kupang, Maria M. Waty Parera, S.Si., Apt., M.Sc., serta para Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) BBPOM Kupang.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM menyampaikan apresiasi atas kesediaan Wali Kota menerima audiensi sekaligus memaparkan sejumlah program strategis yang akan dilaksanakan di Kota Kupang. Salah satunya adalah Program Sejuta Vaksin HPV dalam rangka Hari Ulang Tahun BBPOM ke-25. Program tersebut merupakan kerja sama BBPOM dengan Kementerian Kesehatan dan KORPRI, menyasar ASN perempuan dan masyarakat umum sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Kegiatan vaksinasi dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang, dengan jumlah pendaftar di Kota Kupang mencapai 321 orang dari kuota awal 100 dosis vaksin bersertifikat halal.
BBPOM juga mengajukan permohonan dukungan Pemerintah Kota Kupang berupa penggunaan fasilitas pemerintah serta bantuan tenaga kesehatan (dokter dan perawat) untuk pelaksanaan skrining vaksinasi. Selain itu, BBPOM meminta dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan penggunaan antibiotik agar Kota Kupang dapat menjadi barometer penggunaan antibiotik yang tepat. Lembaga tersebut juga mendorong percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan melalui program prioritas nasional dan pengawasan aktif pada 2025–2026. BBPOM turut melaporkan perluasan layanannya ke Mal Pelayanan Publik Kota Kupang.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang diusulkan.
“Kami mendukung sepenuhnya upaya penguatan pengawasan antibiotik dan inisiatif menuju Kota Aman Pangan. Untuk memperkuat koordinasi, saya mengusulkan agar dibentuk satuan kerja yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan,” ujar Wali Kota.
Terkait Program Sejuta Vaksin HPV, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.
“Pemerintah Kota siap mendukung pelaksanaan program vaksin ini. Kami akan menindaklanjuti melalui penerbitan edaran resmi serta penyebaran informasi melalui kanal Pemerintah Kota Kupang agar sosialisasi lebih optimal,” ucapnya.
Wali Kota menyampaikan bahwa melalui Program Sejuta Vaksin HPV, ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks sehingga kesadaran kesehatan meningkat dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit.
Selain itu, Wali Kota mengusulkan agar pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di RS S.K. Lerik karena memiliki ruang yang memadai, lingkungan steril, serta berpengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan kesehatan. Fasilitas tersebut dinilai representatif untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi.(*/ Rpl)

