Kupang, LIPUTANNTT.Com,Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M., menegaskan bahwa kehadiran Rumah Sakit Umum (RSU) Undana yang kini resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus menjadi momentum peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan mudah diakses masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Jefri Bale saat memberikan sambutan dalam acara Grand Opening RSU Undana dan Peresmian Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan yang berlangsung di Kupang, Rabu (17/6/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Jefri mengungkapkan bahwa pembangunan RSU Undana merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan tiga periode kepemimpinan rektor di Universitas Nusa Cendana.
Menurutnya, pembangunan rumah sakit tersebut diawali pada masa kepemimpinan Prof. Fred Benu yang memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan fisik rumah sakit. Selanjutnya, pada masa kepemimpinan Prof. Maxs U. E. Sanam, fondasi kelembagaan dan berbagai aspek pengembangan rumah sakit terus diperkuat.
"Saya hanya melanjutkan perjuangan para rektor sebelumnya. Rumah sakit ini adalah hasil kerja keras banyak pihak yang selama bertahun-tahun berjuang agar fasilitas kesehatan ini benar-benar dapat melayani masyarakat," ujar Prof. Jefri.
Ia mengapresiasi Direktur RSU Undana beserta seluruh jajaran yang telah mengawal proses pengembangan rumah sakit hingga akhirnya memperoleh kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan.
Namun demikian, Prof. Jefri menegaskan bahwa kerja sama dengan BPJS bukanlah akhir dari perjalanan RSU Undana, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membuktikan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
"Ini bukan garis akhir, tetapi titik awal bagi RSU Undana untuk menunjukkan bahwa kita mampu menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur," katanya.
Sebagai pemilik institusi, Prof. Jefri juga memberikan pesan khusus kepada seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSU Undana agar selalu mengedepankan pelayanan yang ramah dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan tidak boleh ada masyarakat yang gagal memperoleh layanan kesehatan hanya karena kendala administrasi maupun persoalan pembiayaan.
"Tolong jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani hanya karena masalah administrasi atau biaya. Undana bukan institusi yang berorientasi keuntungan semata. Tugas kita adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat," tegasnya.
Rektor Undana juga mengingatkan bahwa masyarakat yang datang berobat merupakan pihak yang membutuhkan pertolongan sehingga harus dilayani dengan penuh empati dan keramahan.
"Kalau ada masalah di rumah, tinggalkan di luar. Ketika masuk rumah sakit, layani masyarakat dengan senyum. Mereka datang ke sini karena membutuhkan bantuan dan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Prof. Jefri menjelaskan bahwa kepemimpinan Undana saat ini mengusung prinsip favorable governance, yakni tata kelola yang menghadirkan suasana kerja yang harmonis, penuh sukacita, dan berorientasi pada pelayanan.
Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi budaya kerja seluruh pegawai RSU Undana agar rumah sakit mampu menjadi fasilitas kesehatan yang dipercaya masyarakat.
Di akhir sambutannya, Prof. Jefri menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan RSU Undana hingga resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Ia kemudian memohon kesediaan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, untuk meresmikan layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana sebagai simbol dimulainya babak baru pelayanan kesehatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
"Dengan penuh hormat kami memohon kepada Bapak Wakil Gubernur NTT untuk meresmikan layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana. Semoga rumah sakit ini menjadi berkat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur," tutupnya.(*/ kl)

