KUPANG, LIPUTANNTT.com,Di tengah kompleksitas ekonomi global, volatilitas pasar keuangan, serta dinamika inflasi dan nilai tukar, pemahaman terhadap peran bank sentral menjadi semakin krusial. Pendidikan kebanksentralan hadir sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan, sekaligus membekali generasi muda dengan kemampuan analitis dan adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) menjalin kemitraan strategis dengan lima perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi, memperkuat kapasitas akademik, serta mengembangkan ekosistem riset di bidang kebanksentralan. Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul, sekaligus mendukung efektivitas perumusan dan implementasi kebijakan Bank Indonesia.
Kemitraan strategis tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan yang dilaksanakan secara hybrid di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Kegiatan ini diresmikan oleh Wakil Rektor III Universitas Nusa Cendana, Dr. Siprianus G. M. Sc., bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya B. P. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa dari lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Nusa Cendana, Universitas Flores, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Universitas Nusa Nipa, dan Politeknik Elbajo Commodus.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan sosialisasi terkait kebanksentralan, pelindungan konsumen, serta edukasi mengenai sistem pembayaran digital melalui QRIS dan program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran dan kebijakan bank sentral dalam perekonomian.
Melalui Program Pendidikan Kebanksentralan yang diinisiasi bersama perguruan tinggi, Bank Indonesia tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui integrasi wawasan kebanksentralan, pengembangan kapasitas, serta pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan berintegritas. Melalui kolaborasi strategis ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun SDM unggul serta menghadirkan kebijakan yang semakin efektif guna mendukung stabilitas ekonomi dan kemajuan bangsa.(*)

