KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan kunjungan kerja strategis ke wilayah Kupang Tengah pada Selasa pagi, 14 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan meninjau hasil revitalisasi bangunan sekolah sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Rombongan Bupati pertama kali meninjau SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satap untuk melihat langsung fasilitas baru yang telah diresmikan. Dalam kesempatan tersebut, Yosef Lede mengungkapkan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek, melainkan penuntasan janji politik yang telah ia perjuangkan sejak masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kupang.
“Saya yang bicara waktu itu, saya janji untuk perjuangkan ini, dan puji Tuhan usulan ini bisa terwujud untuk menjawab kekurangan fasilitas ruang belajar,” tegas Bupati dengan penuh semangat.
Revitalisasi yang berlangsung dari Agustus hingga Desember 2025 tersebut berhasil membangun 5 ruang kelas baru, ruang guru, laboratorium, ruang UKS, serta 6 unit toilet. Kepala Sekolah SMPN 6 Kupang Tengah Satap, Anastasia Teni, menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, dengan adanya gedung baru, proses belajar mengajar kini bisa berlangsung penuh di pagi hari dan tidak lagi bergantung pada pinjaman ruang di SD Negeri Balfai.
Tidak hanya soal bangunan, Bupati juga menyoroti pentingnya kesejahteraan dan pemerataan tenaga pendidik. Ia meminta agar analisis kebutuhan guru segera disampaikan ke Dinas Pendidikan dan menegaskan agar jam mengajar diatur secara merata agar hak-hak guru, termasuk tunjangan sertifikasi, dapat terpenuhi.
SMPN 1 Kupang Tengah Ditargetkan Jadi Sekolah Rujukan Nasional
Di lokasi berbeda, Bupati Yosef Lede melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 1 Kupang Tengah untuk memantau pelaksanaan TKA yang berlangsung 13-16 April 2026. Di sini, ia memberikan motivasi kepada siswa dan memberikan arahan tegas kepada jajaran guru.
Bupati menargetkan SMPN 1 Kupang Tengah untuk menjadi sekolah unggulan dan rujukan utama. Posisi sekolah yang strategis dan mudah diakses dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagi sekolah lain, bahkan di mata pemerintah pusat.
“Kita ingin SMPN 1 Kupang Tengah jadi sekolah unggulan. Apalagi lokasinya dekat perkotaan, di pinggir jalan yang bisa dilihat banyak orang, baik dari luar maupun pemerintah pusat,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Kupang Tengah, Alfret Anabanu, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk motivasi besar. Namun, ia juga menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, mulai dari kekurangan guru mata pelajaran tertentu (TIK, Seni Budaya, BK), kekurangan tenaga admin, hingga masalah fisik bangunan yang mengalami kebocoran saat musim hujan.
Pengawasan Makan Bergizi Gratis Harus Ketat
Dalam kunjungannya, Bupati juga tidak lupa memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Ia menekankan bahwa kualitas makanan harus diawasi sangat ketat agar sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kepala daerah bersama satgas punya tanggung jawab besar. Jika terjadi kesalahan, dampaknya bisa nasional. Makanan ini menyangkut kesehatan anak-anak, maka pengawasan harus maksimal,” tegasnya.
Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Marthen Rahakbauw, Kepala BPMP Provinsi NTT Irfan Karim, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, serta perangkat desa setempat.(*)

