KUPANG, LIPUTANNTT.com,Sebanyak 16 finalis Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 resmi menjalani masa karantina di Hotel Kristal pada Kamis (16/4/2026). Dalam sesi persiapan menuju rangkaian penilaian utama, para peserta secara aklamasi menunjuk Marno, finalis asal Kabupaten Kupang, sebagai "Pak Lurah". Ia diberi mandat untuk mengoordinasikan seluruh peserta selama kegiatan berlangsung hingga malam penganugerahan.
Pantauan di lokasi menunjukkan keenam belas finalis yang mewakili berbagai kabupaten/kota se-NTT mengikuti arahan teknis dari panitia dengan saksama. Suasana Ballroom Hotel Kristal yang dihiasi dekorasi tenun ikat khas NTT tampak semakin hangat ketika nama Marno diumumkan sebagai koordinator peserta. Hari pertama karantina tidak diisi dengan sesi pembekalan materi apa pun; seluruh waktu difokuskan untuk mematangkan persiapan menjelang tahap pemaparan dan penilaian krida serta penampilan apresiasi bahasa dan sastra yang dijadwalkan berlangsung pada keesokan harinya.
Marno, yang dikenal memiliki pembawaan tenang di antara para finalis, menyampaikan refleksi personalnya ketika dikonfirmasi mengenai amanah baru tersebut. "Semua yang saya alami sudah diatur oleh Tuhan yang Maha Esa. Saya siap menjalani apa pun yang sudah Tuhan sediakan bagi saya," ujarnya dengan intonasi yang teduh namun penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Marno memaparkan fungsi strategis perannya sebagai "Pak Lurah" dalam konteks persiapan teknis. "Hari ini kami hanya melakukan koordinasi dan latihan mandiri. Saya akan memastikan besok tidak ada peserta yang mengalami keterlambatan atau gugup berlebihan saat tampil. Setelah tahap penilaian krida dan apresiasi selesai, barulah kami semua bersiap menuju malam penganugerahan," jelasnya.
Untuk diketahui, Pemilihan Duta Bahasa NTT merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTT guna menjaring generasi muda yang tidak hanya mahir berbahasa Indonesia secara baik dan benar, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan sastra daerah. Para finalis akan dinilai berdasarkan kemampuan pemaparan krida (gagasan atau program kerja kebahasaan) serta penampilan apresiasi bahasa dan sastra.
Rangkaian kegiatan karantina akan berlanjut dengan tahap pemaparan dan penilaian krida serta penampilan apresiasi bahasa dan sastra pada Jumat (17/4/2026). Puncak acara, yakni malam penganugerahan Duta Bahasa NTT 2026, akan digelar di Hotel Kristal pada Sabtu malam (18/4/2026).(*)

