Kupang, LIPUTANNTT.com,Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.KOE) menggelar kegiatan Halalbihalal Idul Fitri 1447 Hijriah dengan mengusung tema “Menguatkan Spiritualitas, Menyatukan Integritas, Menggerakkan Multikulturalitas”, Rabu (8/4/2026), bertempat di Aula Gedung B.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dosen dan seluruh civitas akademika UM.KOE dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Momentum ini menjadi ruang bersama untuk mempererat silaturahmi setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pelaksana sekretaris yang mewakili Rektor UM.KOE. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Halalbihalal memiliki makna penting sebagai sarana membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin.
“Halalbihalal menjadi sarana membersihkan diri, baik lahir maupun batin. Tidak sempurna iman seseorang jika belum mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus membangun kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai multispiritualitas, serta menjadikan silaturahmi sebagai jembatan dalam memperkuat hubungan dan menumbuhkan kebaikan di masa mendatang.
Sementara itu, Rektor UM.KOE, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., turut menyampaikan pesan melalui video yang diputar dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri sekaligus permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika.
“Sebagai pimpinan UM.KOE, saya mengucapkan minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang,” tuturnya.
Di tengah suasana silaturahmi tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Syarifuddin Drajad, turut menyampaikan refleksi singkat terkait makna Idul Fitri sebagai kelanjutan dari nilai-nilai Ramadan.
Ia mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri hidayah yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul dalam kebersamaan yang penuh keberkahan.
“Alhamdulillah, kita diberikan hidayah untuk dapat berkumpul dan bersilaturahmi hari ini. Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi momentum untuk saling mengingatkan dalam kebaikan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa apa yang disampaikannya bukan untuk menggurui, melainkan sebagai bentuk pengingat bersama agar nilai-nilai Ramadan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mohon izin, bukan untuk menggurui, tetapi kita semua saling mengingatkan. Insya Allah ini menjadi hikmah bagi kita semua,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar semangat ibadah, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang telah dibangun selama Ramadan tidak berhenti begitu saja setelah bulan suci berakhir.
“Jangan sampai kita seolah mengucapkan selamat tinggal pada Ramadan, lalu meninggalkan kebiasaan baik yang telah kita bangun. Justru nilai-nilai itu harus terus kita hidupkan,” tegasnya.
Menurutnya, sebagai lingkungan akademik yang multikultural, kampus memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, memperkuat integritas, serta merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama.
“Spiritualitas harus kita kuatkan, integritas harus kita satukan, dan keberagaman harus kita gerakkan dalam kehidupan kampus,” tambahnya.
Kegiatan Halalbihalal ini ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antar civitas akademika, yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kupang.
Momentum Idul Fitri diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi titik awal dalam membangun kehidupan kampus yang lebih harmonis, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.(*)

