Marno Tawarkan Proposal Krida Duta Bahasa NTT 2026 Bertajuk "Penguatan Literasi dan Pelestarian Bahasa Daerah"

Pemred Liputan NTT
0

 

KUPANG;Jejakhukumindonesia.com, Dalam upaya menjawab tantangan rendahnya indeks literasi sekaligus menjaga keberlangsungan kekayaan budaya, Marno Neno Bunda, Finalis Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026, secara resmi menawarkan rancangan program kerja atau Krida dengan tajuk "Gerakan Literasi Cakap Bahasa". Inisiatif ini diusung dengan landasan filosofis bahwa penguasaan bahasa nasional harus berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah sebagai identitas bangsa.

 

Program ini dirancang sebagai strategi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan kognitif dan kebahasaan peserta didik, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. Melalui krida ini, Marno menekankan pentingnya mencerdaskan generasi muda tanpa melupakan akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat NTT yang majemuk.

 

Sasaran utama dari implementasi program ini adalah siswa-siswi SD Negeri Oekaka, yang terletak di wilayah Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Pemilihan lokasi ini didasari oleh kebutuhan akan intervensi pendidikan di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar dan fasilitas literasi memadai.

 

"Gerakan Literasi Cakap Bahasa" mengusung konsep pembelajaran holistik yang mengintegrasikan penguatan literasi dasar dengan revitalisasi bahasa ibu ( _mother tongue_ ). Adapun bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi:

 

1. Penguatan Kemampuan Literasi: Melalui metode membaca nyaring ( _read aloud_ ), diskusi teks, dan pemahaman bacaan yang interaktif untuk meningkatkan capaian kompetensi membaca siswa.

2. Pelestarian Bahasa Daerah: Mengintegrasikan kosakata, cerita rakyat, dan nilai budaya setempat ke dalam bahan ajar, sehingga siswa terbiasa menggunakan bahasa daerah dalam konteks pendidikan formal.

3. Penciptaan Ekosistem Literasi: Pembentukan pojok baca sekolah, pelatihan kompetensi guru, serta pelibatan orang tua melalui program "Keluarga Cakap Literasi" guna menciptakan budaya baca yang berkelanjutan.

4. Produksi Karya Sastra: Fasilitasi penulisan cerita pendek (cerpen) dwibahasa oleh siswa yang nantinya akan dikompilasi menjadi buku antologi sebagai dokumentasi budaya dan hasil belajar.

 

Marno menegaskan bahwa NTT memiliki potensi luar biasa dengan keberadaan 72 bahasa daerah. Potensi ini harus dimanfaatkan sebagai modal sosial dalam pembelajaran. Pendekatan berbasis bahasa daerah terbukti efektif mempercepat pemahaman konsep bagi siswa di wilayah multibahasa.

 

"Dengan menggabungkan penguatan literasi dasar dan pelestarian bahasa daerah dalam satu gerakan terpadu, program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan kebanggaan terhadap bahasa sendiri," ungkap Marno.

 

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model atau best practice yang dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain, sehingga kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelindungan bahasa di Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat terwujud secara berkelanjutan.(MB)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa