TRAGIS! Mencari Pakan Ternak Berujung Petaka, Kornelis Paulus Bunga Tewas Tersetrum di Atas Pohon Lamtoro

Pemred Liputan NTT
0

 

OELAMASI, LIPUTANNTT.com,Desa Tesbatan Satu, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang – Suasana duka mendalam menyelimuti Desa Tesbatan Satu pagi ini. Seorang warga bernama Kornelis Paulus Bunga mengembuskan napas terakhirnya dalam kondisi yang sangat memilukan: tergantung di atas dahan pohon lamtoro setelah tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Niat tulus mencari hijauan untuk ternak kesayangan justru menjadi kisah pamungkas bagi hidupnya.


Insiden nahas itu terjadi saat almarhum memanjat pohon lamtoro yang cukup tinggi di sekitar wilayah tersebut. Ia bermaksud memotong cabang dan ranting untuk diambil daunnya sebagai pakan tambahan bagi hewan ternaknya. Namun, takdir berkata lain. Cabang yang ia potong belum sepenuhnya putus dari batang utama. Alih-alih jatuh bebas ke tanah, cabang tersebut justru condong dan menyentuh kabel listrik yang melintas di dekat pohon.


Kesaksian Warga: "Korban Sempat Minta Tolong dalam Kondisi Terbengkalai"


Dua orang saksi mata yang berada di lokasi, Bapak Marden dan Bapak Hendrikus, memberikan keterangan dengan raut wajah yang masih menyisakan keterkejutan. Menurut penuturan Bapak Hendrikus, insiden bermula dari aktivitas rutin almarhum yang mencari pakan.


"Bapak Kornelis itu sudah biasa panjat pohon lamtoro untuk kasih makan ternak. Tadi itu dia potong cabang besar, tapi belum putus. Tiba-tiba cabang itu oleng dan kena kabel listrik. Arusnya langsung nyambar ke badan almarhum karena dia masih pegang bagian dahan itu," ujar Bapak Hendrikus dengan suara lirih.


Bapak Marden menambahkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat namun menyisakan pemandangan yang tragis. Korban sempat berteriak meminta tolong dalam posisi yang sangat sulit.


"Dia sempat minta tolong, Pak. Tapi kita di bawah tidak bisa berbuat apa-apa karena aliran listrik masih mengalir di tubuhnya. Sampai akhirnya dia diam, posisinya masih terbengkalai di atas, melekat di cabang pohon yang kena kabel itu," tutur Bapak Marden.


Evakuasi terhadap jenazah baru bisa dilakukan setelah petugas PLN setempat tiba dan memutus aliran listrik sementara. Warga hanya bisa menyaksikan dengan pilu saat tubuh Kornelis Paulus Bunga akhirnya berhasil diturunkan dari atas pohon.


Permintaan Tegas untuk PLN dan Warga: Jangan Abaikan Keselamatan!


Atas kejadian ini, Bapak Marden menyampaikan pesan mendalam sekaligus permintaan serius kepada pihak PT PLN (Persero). Ia berharap musibah serupa tidak kembali merenggut nyawa warga lain yang kesehariannya akrab dengan pohon dan alam.


"Kami minta kepada pihak PLN untuk lebih gencar mencari upaya pencegahan. Mungkin dengan rutin memeriksa jarak aman pohon dengan kabel, atau memberi edukasi yang lebih keras ke masyarakat. Dan untuk warga, saya mohon dengan sangat, jangan pernah menolak jika ada petugas PLN yang mau membersihkan dahan pohon di dekat kabel listrik. Kadang kita marah-marah kalau pohon dipangkas, padahal itu untuk menyelamatkan nyawa kita sendiri. Ini sangat beresiko," tegas Bapak Marden dengan nada penuh penyesalan.


EDUKASI KESELAMATAN: PESAN UNTUK ANAK MUDA DAN MASYARAKAT


Oleh: Marno, Pemuda Peduli Keselamatan Desa


Saudara-saudariku di Amarasi dan seluruh Nusa Tenggara Timur, musibah yang menimpa Bapak Kornelis Paulus Bunga adalah tamparan keras bagi kita semua. Kita hidup di tanah yang dikelilingi pepohonan lamtoro, asam, dan gewang. Pekerjaan kita setiap hari memang tidak jauh dari memanjat pohon untuk memberi makan ternak.


Namun, saudaraku, mari kita jadikan duka ini sebagai pelajaran paling berharga. Saya, Marno, mewakili teman-teman pemuda, mengajak kita semua untuk lebih waspada:


1. Lihat Sekeliling Sebelum Memanjat!

   Jangan hanya fokus pada daun yang hijau di ujung dahan. Lihatlah ke atas dan ke samping. Apakah ada kabel listrik melintang? Jika ada kabel dengan jarak kurang dari 3 meter dari jangkauan dahan, URUNGKAN NIAT ANDA UNTUK MEMANJAT! Nyawa sapi atau kambing tidak sebanding dengan nyawa manusia.

2. Hindari Menebang Cabang yang Jatuhnya Tidak Terkendali.

   Musibah ini terjadi karena cabang yang hampir putus justru jatuh ke arah yang salah. Listrik tidak hanya mengalir jika kita menyentuh kabel secara langsung. Listrik bisa merambat melalui dahan basah atau getah pohon. Jika Anda memegang batang pohon atau dahan yang menyentuh kabel, tubuh Anda adalah jalur tercepat arus listrik menuju tanah.

3. Dukung, Jangan Halangi Petugas Pemangkasan.

   Seperti kata Bapak Marden, jangan emosi jika pohon di depan rumah atau kebun kita dipangkas petugas. Mereka sedang menjaga jarak aman (ROW - Right of Way). Sebatang dahan yang kita pertahankan hari ini, bisa jadi penyebab kematian anak atau saudara kita esok hari.

4. Jika Melihat Korban Tersetrum, Jangan Sentuh Langsung!

   Ini penting bagi kita semua. Jika kejadian seperti ini terulang, JANGAN COBA MENOLONG DENGAN MENYENTUH KORBAN ATAU MEMANJAT POHON ITU. Segera laporkan ke PLN agar aliran diputus. Gunakan kayu kering yang panjang untuk menjauhkan kabel HANYA JIKA ANDA TERLATIH. Menolong tanpa memutus arus hanya akan menambah jumlah korban.


Marilah kita kirimkan doa terbaik untuk almarhum Kornelis Paulus Bunga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Semoga Tuhan melindungi kita semua dari bahaya yang tak terlihat, namun mematikan itu. Hati-hati di atas pohon, bahaya listrik tidak pandang bulu!.(*)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa