SOE, LIPUTANNTT.COM, Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan yang melakukan kunjungan kerja ke Desa Bijaepunu, Kecamatan Mollo Utara pada April 2026 lalu, menemukan sejumlah pekerjaan fisik Dana Desa 2025 belum selesai. Salah satunya pembangunan gedung PAUD dan rabat jalan.
Saat sidak, Komisi I bersama Ketua TPK dan Pemerintah Desa Bijaepunu menyepakati pembuatan surat pernyataan. Isinya, seluruh pekerjaan wajib rampung hingga 16 Mei 2025.
Namun pantauan media di lapangan, Selasa (19/5/2026), kondisi berbeda. Pada gedung PAUD sama sekali tidak terlihat aktivitas pekerja. Sementara pekerjaan rabat baru dikerjakan sehari sebelumnya. Sore harinya hujan turun, rabat yang baru dikerjakan terkikis air dan rusak. Perbaikan baru dilakukan hari ini.
Ketua TPK Bijaepunu, Nikson Fobia, saat dikonfirmasi mengaku keterlambatan disebabkan cuaca yang sering hujan. Akibatnya kendaraan tidak bisa masuk untuk mengangkut material seperti batu dan pasir.
“Kepala tukang selama ini kerja di Kupang, baru pulang kemarin. Besok baru mulai kerja lagi,” ujar Nikson,
Ia memastikan pembangunan akan selesai bulan ini dan dilanjutkan dengan kegiatan MDST.
Diketahui, pembangunan gedung PAUD tersebut bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran Rp146.695.000. Hingga pertengahan 2026, pekerjaan belum juga rampung.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD TTS, Marthen Natonis, menyatakan pihaknya akan segera menjadwalkan pemanggilan Ketua TPK dan Pemerintah Desa Bijaepunu ke DPRD untuk memberikan klarifikasi.
“Kami akan jadwalkan segera untuk undang mereka ke DPRD. Biar jelas kenapa sampai sekarang belum selesai,” tegas Marthen.(WL)

