KUPANG, LIPUTANNTT.com,Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri Opening Ceremony Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) X Universitas Katolik Widya Mandira yang berlangsung di Ballroom Hendrikus, Lantai 4 Gedung Rektorat UNWIRA Kupang, Senin (18/5). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta semangat kolaborasi dalam bidang ilmiah dan seni.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UNWIRA Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, para Wakil Rektor UNWIRA, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Ni Luh Putu Sri Sandhi, para dekan, ketua program studi, serta jajaran dosen.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan mahasiswa yang telah menyelenggarakan PISMA X sebagai ruang pengembangan kreativitas generasi muda. Menurutnya, satu dekade perjalanan PISMA membuktikan bahwa mahasiswa UNWIRA terus bertumbuh, berkarya, dan berinovasi.
“Tema PISMA tahun ini sangat relevan dengan perkembangan zaman. Kita hidup di era teknologi dan Artificial Intelligence yang berkembang sangat cepat. Namun di sisi lain, NTT memiliki kekayaan budaya dan pengetahuan lokal yang luar biasa. Ketika teknologi dipadukan dengan budaya, maka akan lahir karya-karya besar yang mampu bersaing secara global,” ujar Serena.
Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan global melalui inovasi dan kreativitas. Generasi muda juga diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi tampil sebagai pelaku utama yang menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Jadilah pencipta perubahan, bukan sekadar penumpang perubahan. Kota Kupang dan NTT membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi, bukan hanya mengkritik keadaan,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga mengapresiasi berbagai lomba yang digelar dalam PISMA X, mulai dari debat ilmiah, inovasi digital, business plan, hingga seni dan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus kreativitas.
Sementara itu, Rektor UNWIRA Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, dalam sambutannya mengatakan bahwa PISMA bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang strategis untuk membangun kreativitas, intelektualitas, solidaritas, dan karakter generasi muda yang tangguh.
“Kegiatan ini menghadirkan dua kekuatan besar manusia, yakni ilmu pengetahuan dan seni. Ilmu membentuk pola pikir yang kritis dan rasional, sementara seni membentuk kepekaan rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika keduanya berjalan bersama, akan lahir insan akademik yang utuh,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjadikan PISMA sebagai ruang belajar, berkompetisi secara sehat, serta terus berani berpikir besar, menciptakan inovasi, dan berkarya bagi masyarakat.
Opening Ceremony PISMA X UNWIRA berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat budaya akademik dan kreativitas di lingkungan kampus.(*)


