KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) menggelar rapat persiapan pelantikan kepengurusan pada Sabtu, 5 September 2026. Rapat tersebut berlangsung di Sekretariat FKPTT, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, dan dipimpin langsung Ketua FKPTT, Eurico Guterres.
Dalam rapat tersebut, jajaran FKPTT membahas berbagai persiapan teknis untuk pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di Graha Poltekkes Liliba, Kota Kupang.
Ruang pelantikan tersebut direncanakan memiliki kapasitas sekitar 500 orang, termasuk panitia dan pihak-pihak yang akan dilantik.
Eurico Guterres dalam rapat menyampaikan bahwa kepengurusan yang terbentuk berdasarkan hasil kongres sebelumnya telah melalui proses konfirmasi dan rekomendasi. Menurutnya, nama-nama yang tercantum dalam kepengurusan pada prinsipnya sudah dikonfirmasi.
Eurico juga menjelaskan alasan pemilihan tanggal 20 Oktober 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Eurico, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi FKPTT untuk menagih komitmen yang pernah disampaikan pemerintah kepada organisasi.
Ia menegaskan, istilah “menagih janji” tidak boleh dimaknai secara negatif, melainkan sebagai bentuk mengingatkan kembali komitmen yang pernah disampaikan.
Sementara itu, Ketua Harian FKPTT, Felisberto Amaral, menyampaikan sejumlah hal terkait teknis pelantikan serta kesiapan personel dalam kepengurusan.
Filexberto menegaskan bahwa dalam organisasi tidak ada pemaksaan. Yang paling penting, kata dia, adalah adanya komitmen dari setiap anggota untuk bersama-sama berkontribusi dan berbagi di dalam FKPTT.
“Dalam komposisi kepengurusan jangan dilihat dari jumlah, tetapi biar sedikit tapi berguna dan berdampak, daripada banyak tapi tidak bermanfaat,” ujar Felisberto Amaral.
Menurutnya, kualitas dan komitmen pengurus menjadi hal yang lebih penting dibandingkan sekadar banyaknya jumlah personel dalam struktur organisasi.
Eurico Guterres kemudian menegaskan bahwa dinamika keluar-masuk anggota dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar. Karena itu, struktur kepengurusan FKPTT masih akan ditinjau kembali.
Ia mengatakan, nama-nama yang telah tercantum dan menyatakan kesediaannya akan kembali dibahas dan disepakati bersama sebelum pelantikan dilaksanakan.
“Nama-nama yang sudah ada dan sudah bersedia tinggal kita tinjau kembali,” tegas Eurico.
Rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan FKPTT menuju pelantikan kepengurusan pada 20 Oktober 2026, dengan penekanan pada kesiapan teknis, soliditas organisasi, serta komitmen para pengurus untuk memberikan kontribusi nyata bagi FKPTT. (*)

