Gubernur Melki: OSOP di SMAN 3 Kupang Jadi Ruang Belajar Produksi hingga Ciptakan Nilai Ekonomi

Pemred Liputan NTT
0

 

KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan produk OSOP (One School One Product) sekaligus penanaman perdana anakan hortikultura di lahan Edu Farm SMAN 3 Kupang, Jumat (11/9/2026). 


Kegiatan ini menjadi langkah nyata pengembangan sekolah sebagai ruang pembelajaran produktif yang menghubungkan pendidikan, potensi lokal, inovasi, dan kewirausahaan.


Gubernur Melki menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan menciptakan nilai ekonomi.


“Bagi saya, kegiatan hari ini bukan sekadar kegiatan launching dan menanam anakan hortikultura. Ini adalah kegiatan menanam masa depan,” ujar Gubernur Melki.


Menurutnya, hortikultura menjadi media strategis dalam implementasi OSOP karena siswa dapat mengikuti seluruh proses produksi, mulai dari menanam, merawat, memanen, mengolah, mengemas, memasarkan hingga menghasilkan nilai tambah.


“Melalui launching dan menanam di lahan OSOP ini, anak-anak kita tidak hanya belajar bagaimana tanaman tumbuh. Mereka belajar bagaimana sebuah produk dihasilkan, diolah, dikembangkan, dipasarkan dan pada akhirnya menciptakan nilai ekonomi,” jelasnya.


Gubernur berharap OSOP SMAN 3 Kupang dapat berkembang sebagai laboratorium kewirausahaan berbasis potensi lokal, sehingga siswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan produk, berinovasi dan menciptakan peluang.


“Sekolah harus menjadi tempat di mana anak-anak kita tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi juga belajar bagaimana kehidupan bekerja,” katanya.


SMAN 3 Kupang Dukung Program Pemprov NTT:


Kepala SMAN 3 Kupang, Ishak Balbesi, dalam laporannya menyampaikan bahwa HUT ke-53 SMAN 3 Kupang tahun ini mengusung tema “Dari SMANTIG Mengukir Karya, Menuju NTT Mandiri.”.

Rangkaian peringatan HUT diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan internal, seperti Tari Kreasi, Solo Vokal dan Fashion Show yang diarahkan sebagai bagian dari penguatan literasi, numerasi dan karakter peserta didik.


Ishak mengatakan, SMAN 3 Kupang terus berupaya mendukung berbagai program Pemerintah Provinsi NTT melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.


Salah satunya melalui SPS (SMANTIG Peduli Stunting) yang berkolaborasi dengan Puskesmas Oepoi untuk mendampingi 10 anak stunting sejak 2024.


Di bidang kewirausahaan, SMAN 3 Kupang mengembangkan OCOP (One Class One Product), sebagai turunan dari OSOP (One School One Product). Para siswa mengembangkan berbagai produk pangan, seperti olahan daun kelor, ubi-ubian dan jagung manis, serta produk nonpangan berupa kerajinan tangan yang dipasarkan melalui bazar sekolah dan marketplace OSOP SMANTIG.


“Kami berupaya mendorong berbagai program kerja Pemerintah Provinsi NTT dengan tindakan nyata,” ujar Ishak.


Selain itu, sekolah juga memberikan pendampingan kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, serta TNI/Polri melalui kolaborasi dengan orang tua dan berbagai program persiapan, termasuk TKA, AKM dan UTBK. Upaya tersebut turut mengantarkan SMAN 3 Kupang menjadi peraih kuota SNBP terbanyak se-NTT.


SMAN 3 Kupang juga melakukan optimalisasi aset sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


“Dan kami akan terus berupaya mendukung berbagai program Pemerintah Provinsi NTT,” tegasnya.


Luncurkan Tiga Inovasi Pendidikan:


Pada momentum tersebut, juga diluncurkan tiga inovasi untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan potensi siswa, yakni Aplikasi Kelasio SMANTIG, Marketplace OSOP, dan Edu Farm/Agroedukasi SMANTIG.


Aplikasi Kelasio SMANTIG dikembangkan untuk membantu proses pembelajaran, termasuk penyusunan bank soal. Sementara Marketplace OSOP menjadi wadah pemasaran produk hasil kreativitas siswa. Adapun Edu Farm/Agroedukasi SMANTIG diarahkan sebagai ruang pembelajaran berbasis pertanian dan lingkungan yang memperkuat keterkaitan antara teori dan praktik.


Gubernur Melki mengapresiasi berbagai inovasi tersebut dan berharap dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, pendidikan yang baik harus memberikan ruang kepada siswa untuk mengalami, mencoba, menghasilkan, mengevaluasi dan berinovasi.


“Seperti anakan hortikultura yang kita tanam hari ini, setiap siswa juga adalah benih masa depan. Mereka membutuhkan pendidikan berkualitas, keteladanan dan kesempatan untuk bertumbuh,” ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang berdampak terhadap masyarakat di Flores, serta kepada 2 anak NTT yang berpulang saat melaksanakan pengabdian di tanah papua.


“Duka mereka adalah duka kita bersama, luka mereka adalah luka kita semua. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana, serta kepada anak-anak kita yang menjadi korban penembakan di tanah papua saat melaksanakan tugas,” tuturnya.(*/ cg)



Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa