Flotim, LIPUTANNTT.Com, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh unsur Forkopimda terus mengawal penanganan Gempa Flores secara terpadu, mulai dari masa tanggap darurat hingga persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menjadi narasumber dalam program Prime Time News Metro TV, Selasa (8/9/2026). Dalam dialog bertajuk “NTT Diguncang M7,7: Ribuan Mengungsi, Negara Bergerak Menembus Wilayah Terisolir” tersebut, Gubernur Melki hadir bersama Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko dan Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Hendro Cahyono.
Menurut Gubernur Melki, masyarakat Flores memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi gempa bumi. Sejarah mencatat, gempa besar pernah melanda Flores pada 1992 dan menimbulkan dampak yang sangat besar, termasuk tsunami yang merenggut ribuan korban jiwa.
Karena itu, kata Gubernur Melki, meskipun pemerintah mulai menyiapkan langkah menuju masa transisi dan pemulihan, kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan harus tetap ditingkatkan.
“Tadi saja waktu saya di Pulau Palue, masih terjadi gempa sekitar 5,2 magnitudo. Ini memberi pesan bahwa kita tetap akan masuk dari masa tanggap darurat menuju pemulihan, tetapi harus tetap ekstra hati-hati dengan meningkatkan mitigasi bencana bagi semua pihak karena situasi ini belum sepenuhnya selesai,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas kuatnya semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat NTT dalam menghadapi bencana. Masyarakat di berbagai wilayah, termasuk mereka yang turut merasakan dampak gempa, saling membantu untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
Kekuatan tersebut, menurutnya, semakin diperkuat oleh dukungan pemerintah kabupaten dan kota se-NTT, pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, TNI-Polri, kementerian dan lembaga, serta Pemerintah Pusat.
Sejak hari pertama bencana, kata Gubernur Melki, Presiden Republik Indonesia telah memberikan perhatian langsung dan memerintahkan jajaran kabinet untuk mendukung penuh penanganan Gempa Flores.
Pemerintah Provinsi NTT juga diberikan ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan mendesak masyarakat terdampak kepada Pemerintah Pusat.
“Kami bersyukur karena sejak hari pertama dukungan Pemerintah Pusat sudah sangat kuat. Kami juga diminta untuk segera menyampaikan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan Gempa Flores,” ungkapnya.
*Gubernur dan Forkopimda Bergerak Sejak Hari Pertama*
Gubernur Melki menegaskan, penanganan Gempa Flores sejak awal dilakukan secara bersama-sama oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Forkopimda. Pada hari pertama setelah bencana terjadi, Gubernur Melki bersama jajaran Forkopimda langsung menuju Kabupaten Sikka untuk melihat kondisi masyarakat terdampak dan melakukan konsolidasi penanganan di lapangan.
Kolaborasi tersebut terus berlangsung hingga saat ini. Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten terdampak, TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak serta memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah dengan akses yang sulit.
Dalam dialog tersebut, Gubernur Melki juga memaparkan perkembangan data kerusakan akibat Gempa Flores. Berdasarkan data sementara yang telah direkap, tercatat lebih dari 102.000 rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak.
Kerusakan tersebut terdiri atas kategori ringan, sedang, hingga berat. Namun demikian, Gubernur Melki menegaskan bahwa data tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan dapat ditetapkan secara akurat.
Proses verifikasi melibatkan BNPB, tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah. Seluruh data akan disesuaikan dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini mulai mempersiapkan langkah menuju masa transisi serta tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi atas berbagai kerusakan yang ditimbulkan akibat Gempa Flores.
Persiapan tersebut dilakukan secara paralel dengan tetap memperkuat penanganan pada masa tanggap darurat, mengingat aktivitas gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan konsolidasi dan sinkronisasi data kerusakan di berbagai sektor, mulai dari rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan hingga infrastruktur publik lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Hendro Cahyono menyampaikan bahwa TNI telah mengerahkan 3.545 personel yang terdiri atas unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk mendukung penanganan Gempa Flores. Pada masa awal penanganan, dukungan juga diperkuat dengan pengerahan lima helikopter dan tiga kapal untuk membantu mobilisasi serta menjangkau wilayah terdampak.
Danrem menegaskan bahwa masyarakat tetap perlu mewaspadai gempa susulan karena bangunan yang telah mengalami keretakan berpotensi mengalami kerusakan lebih lanjut.
Selain ancaman bencana susulan, perhatian juga diberikan terhadap kondisi pengungsian, khususnya ketersediaan logistik, sanitasi dan perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas.
Namun demikian, di tengah situasi bencana, masyarakat NTT menunjukkan sikap solidaritas yang kuat. Hingga saat ini, tidak terjadi aksi penjarahan, baik terhadap toko maupun rumah warga yang ditinggalkan.
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko menegaskan bahwa unsur kepolisian juga bergerak sejak hari pertama bersama Pemerintah Provinsi dan Forkopimda dalam menangani dampak bencana.
Kepolisian mendirikan posko, mengerahkan jajaran hingga tingkat Polres dan Polsek untuk melakukan pendataan serta membantu pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak, termasuk warga yang berada di posko-posko pengungsian mandiri.
Bagi Gubernur Melki, kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat dan berbagai elemen lainnya menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dampak Gempa Flores.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari Pemerintah Pusat dan berbagai pihak, Gubernur Melki memastikan penanganan Gempa Flores akan terus dikawal, mulai dari pemenuhan kebutuhan masyarakat pada masa tanggap darurat hingga pemulihan kehidupan masyarakat melalui proses rehabilitasi dan rekonstruksi.(*/ BS)

