Kunjungi Sekolah Terdampak Gempa di Borong, Gubernur Melki: Jangan Menyerah, Masa Depan NTT Ada di Tangan Kalian

Pemred Liputan NTT
0

Borong, LIPUTANNTT.Com, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan perhatian dan dukungan terhadap pendidikan tetap diberikan secara merata, baik kepada sekolah negeri maupun sekolah swasta. Pesan tersebut disampaikan saat mengunjungi Yayasan Nurul Jihad Borong dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hidayah Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (10/9/2026).


Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kerja Gubernur di Flores untuk memastikan penanganan dampak gempa, termasuk keberlangsungan proses pendidikan bagi para siswa.


MAS Al-Hidayah Borong merupakan salah satu sekolah yang terdampak gempa. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Dinas PUPR, kondisi bangunan terdiri atas kategori merah pada lantai dua, kategori kuning pada lantai satu, sementara rumah guru juga masuk kategori merah. Hanya dua ruangan yang masih berada dalam kategori hijau.


Gubernur mengatakan, pemerintah akan mendorong percepatan penanganan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. “Teknisnya nanti kita lihat. Tetapi data yang masuk akan segera kita proses dan segera kita bangun. Ini akan kita bicarakan bersama Bupati.”


Gubernur juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan tidak membedakan latar belakang sekolah maupun identitas masyarakat.


“Pemerintah hadir untuk semua. Perhatian kita harus merata, baik sekolah negeri maupun swasta, tanpa membeda-bedakan latar belakang apa pun.”


Sebagai langkah sementara, Gubernur menyerahkan bantuan tenda yang akan disalurkan melalui Human Initiative dengan dukungan Freeport Indonesia. Tenda tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar sambil menunggu proses perbaikan dan pembangunan kembali gedung sekolah.


Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Yohanes Abrianto Kore yang mewakili penyerahan secara simbolis mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi yang dilakukan pemerintah bersama pihak Freeport Indonesia.


“Harapannya kerja sama ini terus berlanjut sehingga semakin banyak kebutuhan masyarakat terdampak yang dapat kita bantu,” ujarnya.



*Siswa Terdampak Tetap Bersekolah*



Gubernur Melki juga menyampaikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terdampak langsung oleh gempa, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat.


Ia mengatakan, pemerintah akan mengupayakan dukungan pembiayaan pendidikan bagi siswa terdampak, baik melalui pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.


“Yang penting anak-anak harus tetap semangat belajar. Kalau ada yang rumahnya rusak berat dan membutuhkan bantuan untuk sekolah, kita akan carikan jalan, entah melalui pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Jangan sampai kondisi ini membuat anak-anak berhenti sekolah.”


Di hadapan para siswa, Gubernur kemudian berdialog secara santai. Ia menanyakan cita-cita mereka dan apa yang ingin dilakukan setelah menyelesaikan pendidikan.


Jawaban para siswa beragam. Ada yang ingin menjadi pengusaha perikanan, pengusaha di bidang perekonomian, dokter, hingga tentara.


Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh canda. Gubernur beberapa kali memberikan motivasi kepada para siswa agar berani bermimpi dan mempersiapkan diri sejak sekarang.


“Belajar yang rajin. Setelah masa tanggap darurat ini kita masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kalian harus tetap sekolah dan mempersiapkan masa depan,” pesan Gubernur.


Salah seorang siswa, Anan, berkisah bahwa rumahnya mengalami kerusakan ringan. Namun, sejumlah temannya mengalami kerusakan rumah yang lebih parah.


“Kami sudah masuk kembali sejak hari Senin. Tetapi pelajaran belum full. Jam 12 kami sudah pulang. Kegiatan belajar-mengajar dilakukan di tenda darurat,” ungkapnya.


Kepada para siswa, Gubernur Melki juga menanyakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut. Para siswa mengaku senang karena setiap hari dapat menikmati makanan bergizi gratis dengan menu yang bervariasi.


Kendati selama masa tanggap darurat ini, penyaluran MBG dihentikan sementara, salah seorang siswa mengaku bersyukur karena Program MBG ini memberi manfaat yang luar biasa bagi para peserta didik. 

 “Setiap hari kami dapat MBG, Pak. Kami senang karena bisa makan bergizi gratis. Menunya juga enak dan bervariasi. Kami bersyukur karena masih bisa mendapatkan MBG di sekolah,” tuturnya.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki bercanda hangat dengan para siswa dan para guru. Seorang guru bahkan sempat menyanyikan lagu MBG untuk menghibur para siswa. Hal ini merupakan bentuk treatment trauma healing bagi para siswa dan guru terdampak gempa Flores yang hingga saat ini masih mengalami trauma akibat gempa susulan yang masih terus terjadi.



Sementara itu, Kepala MAS Al-Hidayah Borong, Mas’ut, menyampaikan rasa senang dan haru atas kunjungan Gubernur. Sekolah tersebut saat ini memiliki 72 siswa.


“Kami merasa senang dan terharu. Terus terang, kami juga sudah mengajukan penegerian sekolah ini,” katanya.


Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki menyatakan akan membantu proses pengusulan tersebut. “Saya akan bantu proses.”



*Dari Borong, Pesan Jangan Menyerah untuk Generasi Flores*


Dari MAS Al-Hidayah Borong, Gubernur kemudian melanjutkan kunjungan ke SMAS Katolik Pancasila Borong. Gubernur disambut Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan Kepala SMAS Katolik Pancasila Borong, Romo Pankrasius Wahyu Nudan.


Di hadapan para siswa dan para kepala sekolah, Gubernur kembali menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak Flores tidak boleh padam meskipun daerah sedang menghadapi situasi bencana.


Gubernur menyampaikan bahwa bantuan perlengkapan sekolah akan disalurkan kepada para siswa terdampak di Manggarai Timur.


Dukungan tersebut antara lain berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebanyak 2.000 school kit, serta dukungan Pemerintah Provinsi NTT sebanyak 1.400 school kit.


“Bantuan ini memang tidak bisa menggantikan semua yang hilang. Tetapi kita berharap bantuan ini dapat mengurangi beban orang tua sekaligus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar.”


Gubernur kemudian menyampaikan pesan yang menjadi penekanan utama kepada para siswa. “Jangan menyerah! Masa depan NTT, masa depan Indonesia, masa depan Flores dan Manggarai ada di tangan kalian.”


Menurutnya, situasi sulit akibat bencana justru harus menjadi pemicu bagi generasi muda untuk bekerja lebih keras dan mempersiapkan diri dengan lebih baik.


“Kita tidak punya kemewahan untuk menyerah. Kita harus lebih fokus. Persiapkan diri, termasuk menghadapi TKA. Jadikan situasi ini sebagai pemicu untuk belajar lebih giat dan menjadi lebih hebat,” tegasnya.


Gubernur juga meminta para siswa untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan memperhatikan kondisi dan keselamatan. “Sekolah lanjut. Jangan berhenti bermimpi. Tetap bermimpi setinggi langit dan berjuang mengeluarkan potensi terbaik kalian, bahkan di tengah situasi yang sulit.”


*Mimpi Para Siswa*


Dalam dialog dengan siswa, Gubernur Melki kembali menggali cita-cita mereka.


Rama, siswa SMAN 3 Borong, bercita-cita menjadi tentara. Gubernur berpesan agar cita-cita tersebut dipersiapkan dengan disiplin, menjaga kesehatan, dan memiliki prestasi akademik yang baik.


Sementara Viola, siswi SMAS Katolik Pancasila Borong, bercita-cita melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran. Gubernur memberikan tantangan sekaligus motivasi.


“Kalau lulus dan masuk 10 besar perguruan tinggi, saya siap bantu mencarikan beasiswa,” kata Gubernur.


Siswa lainnya, Akmil, menyatakan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi Akademi Militer. Reno bercita-cita melanjutkan kuliah di bidang hukum.


Aura ingin mendalami teknik kendaraan ringan otomotif dan bercita-cita menjadi Kowad. Ia mengaku sedang mempersiapkan diri dengan latihan yang dibimbing keluarganya.


Sementara Vanessa, siswi SMAS Katolik Pancasila Borong, memiliki cita-cita menjadi guru seni musik. Vanessa kemudian menyanyikan sebuah lagu di hadapan Gubernur dan para hadirin, menciptakan suasana hangat di tengah rangkaian kunjungan.


Gubernur menegaskan, pemerintah akan terus membuka ruang agar anak-anak NTT dapat mengembangkan potensi mereka, termasuk melalui kesempatan melanjutkan pendidikan di luar daerah, sekolah kedinasan, hingga pendidikan ke luar negeri.


“Kita akan bantu kalian mempersiapkan diri untuk sekolah ke luar negeri maupun sekolah kedinasan. Yang penting kalian punya kemauan, disiplin, belajar sungguh-sungguh, dan jangan menyerah.”


Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis untuk selanjutnya disalurkan kepada siswa-siswa terdampak serta sekolah-sekolah di Kabupaten Manggarai Timur.


Bagi Pemerintah Provinsi NTT, bantuan tersebut bukan sekadar perlengkapan sekolah. Di tengah masa pemulihan pascagempa, bantuan itu menjadi pesan bahwa pendidikan harus tetap berjalan dan mimpi anak-anak NTT tidak boleh ikut runtuh bersama bangunan yang terdampak bencana.(*)




Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa