SBD, LIPUTANNTT.Com,Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt mengkonsolidasikan program pemerintah pusat dengan program pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Pada pertemuan bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin, 16 Maret 2026 Gubernur Melki menyampaikan keinginannya mewujudkan demokrasi ekonomi di seluruh wilayah NTT.
Disampaikan Gubernur Melki, Republik Indonesia dibangun oleh dua tokoh penting yakni Bung Karno yang menjadi peletak demokrasi politik dan Bung Hatta yang menjadi pelopor demokrasi ekonomi. Demokrasi politik sudah berjalan di Republik Indonesia namun belum semua orang belum merasakan demokrasi secara ekonomi
“Saat ini, Presiden Prabowo sedang mewujudkan demokrasi ekonomi melalui program-program yang diturunkan ke daerah. Tujuannya agar demokrasi ekonomi tidak hanya berpusat pada segelintir orang, tetapi dapat dirasakan seluruh masyarakat secara merata", Ungkapnya
Program-program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Swasembada Pangan, Pembangunan Rumah Layak Huni, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, kalau di akumulasikan berjumlah Triliunan rupiah, jika dana tersebut berputar di suatu daerah dan bisa dimanfaatkan dengan baik maka bisa membangun ekonomi rakyat di daerah tersebut. Misalnya terkait dapur MBG, daerah mesti menyiapkan rantai pasoknya untuk menyuplai kebutuhan dapur sehingga uangnya dapat berputar di SBD.
Lebih lanjut Gubernur mengungkapkan saat ini Pemerintah Provinsi NTT sedang mengkonsolidasikan program pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Percepatan Pembangunan. Tim ini akan bersinergi dengan pemerintah daerah pada lima aspek penting, yang dapat mendorong ekonomi kerakyatan, sekaligus pengentasan kemiskinan dan stunting.
Dalam pertemuan yang bertajuk Pengembangan Ekonomi Kerakyatan untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Gubernur memberikan apresiasi atas program-program yang sudah dilaksanakan, dan yang akan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Pada titik ini Kabupaten Sumba Barat Daya punya kecekatan untuk menangkap itu, melalui program yang sudah dilaksanakan dan sedang dijalankan. Saya yakin Sumba akan menjadi tempat keluar masuk teramai, terbesar, terbagus,” ucapnya.
Gubernur juga menuturkan dana yang diberikan pemerintah terbatas, untuk itu dapat memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan oleh bank himbara dan Bank NTT. KUR dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi rakyat dari hilirisasi, pengolahan produk dan pemasaran dengan rencana bisnis yang jelas.
“Kami berharap kita bersama perbankan skema KUR ini kita sesuaikan, agar masyarakat kita terbiasa berlatih sebagai pengusaha. Program-program yang sudah dilakukan di Sumba Barat Daya saya yakin akan menjadi pusat tata niaga, ekonomi, barang dan jasa se-daratan Sumba,” imbuhnya.
Selain itu Gubernur juga menekankan pentingnya optimalisasi PAD melalui pajak kendaraan bermotor, karena merupakan penghasil pajak terbesar dan pembersihan data kemiskinan agar bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran dan data jumlah orang miskin di NTT lebih akurat dan publikasi kerja pemerintah pusat dan daerah, baik di masa lalu, yang sedang dikerjakan maupun yang sedang direncanakan.
Sementara itu Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST., dalam sambutannya menyampaikan program-program yang sudah dijalankan.
Program tersebut yakni memberikan bantuan ayam petelur kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk stimulan ekonomi, menyiapkan masterplan pengembangan Laguna Waikuri dan Pantai Mananga Aba untuk ditawarkan ke investor, rehabilitasi rumah layak huni, pemasangan meteran listrik dan infrastruktur pendukung konektivitas di kawasan kumuh, program keluarga harapan, bantuan alsintan, bantuan ternak ke kelompok masyarakat, MoU dengan investor.
“Bapak Gubernur kami juga telah membuka rute penerbangan baru oleh maskapai Batik Air. Ini adalah langkah strategis pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam meningkatkan konektivitas dan membuka peluang promosi pariwisata daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga memberikan bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal sebagai upaya perlindungan sosial, pemberian bantuan bibit hortikultura, digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah, dan revitalisasi pasar.
“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus mendorong UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. Selain itu kami sedang mendirikan Tambolaka Kuliner Centre (TCC) dengan menghimpun UMKM yang ada. Kami juga memberikan program beasiswa agar semakin banyak anak-anak dari Sumba Barat Daya yang mengenyam pendidikan tinggi,” jelasnya.
Bupati Sumba Barat Daya juga mengatakan setiap bulan dirinya bersama pemangku kepentingan, melakukan diskusi tematik sebulan sekali untuk membahas persoalan dan mencari solusi. Salah satunya adalah terkait data kemiskinan. Pemerintah Sumba Barat Daya bekerja sama dengan Pokja Penanggulangan Kemiskinan, memastikan data penduduk miskin dan miskin ekstrim agar bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah pusat tepat sasaran.
Selain memberikan arahan, Gubernur juga berkesempatan mengunjungi NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat Daya dan berbelanja berbagai produk mulai dari tenun, kopi, olahan pangan lokal, hingga pakaian dan tas tenun yang dijual di NTT Mart.
Langkah ini mendorong ASN di NTT dan masyarakat lokal, agar semakin banyak yang mengenal dan berbelanja di NTT Mart untuk mendukung ekonomi rakyat.(*/ak)

