Kupang, LIPUTANNTT.Com,16 Maret 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui pelaksanaan kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Kamis (12/3).
Kegiatan bertema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah” tersebut dikemas dalam tajuk KOLAK: Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah, sebagai bagian dari kampanye nasional GERAK Syariah 2026 yang diselenggarakan selama bulan Ramadan untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah.
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan, memperluas akses keuangan syariah, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Asisten Direktur OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Polantoro, menyampaikan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih perlu terus diperkuat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2025, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,42 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen. Capaian ini masih berada di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih luas dan kolaboratif.
“Momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara tepat,” ujar Polantoro.
Kegiatan edukasi ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa. Peserta tidak hanya berasal dari Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai tuan rumah, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari lima perguruan tinggi lain di Kota Kupang, yaitu Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Kupang, Sekolah Tinggi Agama Islam Kupang, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, dan Universitas Kristen Artha Wacana. Pelibatan berbagai perguruan tinggi ini diharapkan dapat memperluas diseminasi literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda.
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan business/product matching dan pojok konsultasi. Melalui rangkaian ini, peserta dapat berinteraksi langsung dengan lembaga jasa keuangan, memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan syariah, serta membuka peluang akses keuangan yang lebih luas.
Materi edukasi dan literasi keuangan dalam kegiatan ini disampaikan oleh narasumber dari Kantor OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kupang, dan PT Pegadaian Syariah Cabang Kupang. Keterlibatan para narasumber tersebut mencerminkan sinergi antarlembaga dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan GERAK Syariah 2026 juga menjadi wujud kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, perguruan tinggi, pelaku usaha jasa keuangan syariah, dan berbagai pemangku kepentingan di daerah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. OJK Provinsi NTT berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk semakin mengenal, memahami, dan memanfaatkan layanan keuangan syariah secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.(*)

