KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Gubernur NTT mengunjungi SMK Negeri 5 Kupang untuk melihat langsung pelaksanaan program One School One Product (OSOP) berbasis literasi. Bagi saya, OSOP bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT untuk mentransformasi pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan kebutuhan ekonomi daerah. Pada kamis 5/3/26)
Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga harus menjadi ruang lahirnya inovasi dan produksi yang memiliki nilai ekonomi serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui OSOP, kita ingin mendorong SMK menjadi pusat kreativitas yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk yang bernilai.
Di SMK Negeri 5 Kupang saya melihat langsung berbagai karya siswa yang luar biasa, mulai dari mebel seperti meja dan sofa, karya desain grafis, hingga inovasi di bidang energi terbarukan. Bahkan saya membeli beberapa produk karya siswa sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan semangat mereka.
Langkah sederhana ini memiliki makna penting. Jika kita membeli produk dari luar daerah, nilai ekonominya tidak tinggal di NTT. Tetapi jika kita membeli produk karya anak-anak kita sendiri, manfaat ekonominya kembali ke sekolah, kepada siswa, dan kepada masyarakat kita.
Karena itu, saya juga mendorong agar produk-produk OSOP dari sekolah dapat diprioritaskan penggunaannya oleh pemerintah daerah dan berbagai perangkat daerah di NTT.
Pemerintah juga sedang menyiapkan dukungan pembiayaan bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin berwirausaha melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Selain itu, akan disiapkan juga program inkubator bisnis agar para lulusan mendapat pendampingan sebelum memulai usaha.
Saya juga mengapresiasi inovasi siswa di bidang energi baru terbarukan, yang memanfaatkan potensi energi matahari untuk solusi listrik di masyarakat.
Harapan saya, anak-anak SMK berani bermimpi besar: bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja bagi NTT.(*)

