OELAMASI, LIPUTANNTT.Com,Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki melakukan kunjungan kerja ke Desa Toobaun dan Desa Nunkurus dengan fokus utama pada percepatan upaya penurunan angka stunting pada senin tanggal 09 dan tanggal 10 Maret 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan dan mengevaluasi implementasi berbagai intervensi penanganan stunting di tingkat desa
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Aurum Titu Eki meninjau langsung posyandu yang menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi balita dan ibu hamil dan berdiskusi dengan tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan perwakilan orang tua untuk mengetahui kendala dan kebutuhan di lapangan.
"Desa Toobaun merupakan salah satu wilayah yang menjadi prioritas dalam program penurunan stunting. Kita berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses yang layak terhadap gizi, kesehatan, dan perawatan agar dapat tumbuh kembang optimal," ujarnya.
Wabup Aurum menjelaskan masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Kupang masalah stunting dari tahun ke tahun grafiknya itu naik turun. Intervensi dari pemerintah telah banyak dilakukan oleh Dinas Kesehatan, puskesmas dan instansi vertikal lain seperti BKKBN, LSM, NGO dan Yayasan terkait dengan terjun langsung ke daerah yang menjadi fokus percepatan penurunan stunting.
“Intervensi dalam hal ini kita turun dan telusuri jadi sudah beberapa kali kita turun ke lapangan ,
Ada beberapa alasan yang berbeda tapi semua pada akhirnya merujuk kepada pola asuh orang tua terhadap anak itu sendiri, yang artinya stunting ini semuanya bermula dari dalam rumah tangga sendiri”Jelasnya.
Sementara dalam kunjungan kerja di Desa Nunkurus, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat serta jajaran pemerintah setempat agar saling mengingatkan dan berperan aktif dalam mendukung berbagai intervensi pemerintah terkait percepatan penurunan Stunting yang saat ini terus digencarkan di setiap desa.
Menurut Wakil Bupati, upaya penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab sosial seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun budaya saling mengingatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ada tanggung jawab kita secara sosial untuk saling mengingatkan, ini harus tetap jalan, saling mengingatkan sama-sama lain,ini hal yang mudah, tidak perlu terlalu seperti apa, sekadar duduk, pas ada bertamu tinggal saling mengingatkan saja, itu bisa”. Tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintah yang hadir, baik dari pihak puskesmas maupun perangkat daerah terkait, agar tidak hanya fokus pada pemberian bantuan semata. Menurutnya, bantuan dalam berbagai bentuk memang penting, namun harus diimbangi dengan upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Kita boleh kasih bantuan dalam bentuk ini, itu,ini,
itu, tetapi tanggung jawab kita juga untuk menyampaikan hal yang baik, untuk bisa berubah pola pikir masyarakat, itu yang paling penting!.
kita jangan berpikir jadi pemimpin, itu yang mampu mensejahterakan, dengan cara memberikan bantuan, bantuan, bantuan, tetapi kalau kita tidak membantu untuk bagaimana kita masyarakat bisa berubah pola pikirnya, menurut saya itu bukan pemimpin yang bijak, ini menjadi tanggung jawab sosial, bagaimana kita bisa berubah pemahaman dari masyarakat, itu yang paling utama”. Tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut dilakukan penyerahan bantuan paket makanan tambahan dan alat kesehatan pendukung bagi keluarga dengan risiko stunting dan disepakati juga pembentukan tim pendamping khusus untuk Desa Toobaun yang akan membantu mengoptimalkan pelaksanaan program-program terkait, seperti pemberian suplementasi gizi, penyuluhan pola makan sehat, dan pemantauan pertumbuhan anak secara berkala
Pj Kepala Desa Toobaun Yusmina Batmaro, Dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa salah satu kendala utama tingginya stunting di Desa Toobaun adalah kurangnya kepedulian dan perhatian orang tua dengan perkembangan anak sehingga angka stunting di Desa Toobaun cukup tinggi.
"Di desa Toobaun ada orang tua yang bilang kami tidak datang karena tidak butuh bantuan pemerintah, Kita makan juga sama saja, sehingga tidak mau mengantarkan anak ke posyandu untuk dicek perkembangannya setiap bulan. Dan harapan saya orang tua yang memiliki anak dengan gizi buruk dapat meningkatkan perhatian terhadap pertumbuhan anak”. Jelasnya.
Kunjungan kerja ini diikuti oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Perwakilan Dinas Pertanian, Kepala Desa Se Kecamatan Amarasi Barat, serta tokoh Agama dan Masyarakat dan Kunjungannya di Desa Nunkurus turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Imelda Sudarmadji ,Sekcam Kupang Timur Yahya Letmani, Kepala Puskesmas Naibonat drg.Anak Agung Ayu Swandewi, dan Kepala Desa Nunkurus Ardyzed Nalle.(*)

