Kupang, LIPUTANNTT.com,Kontak Kerukunan Sosial(K2S) melalui Bidang sosial, bekerjasama dengan Ikatan Arema NTT, direncanakan akan menggelar kegiatan donor darah dalam memperingati HUT Kota Kupang, juga peringatan Hari Kartini, Ikatan Arema NTT akan berkolaborasi dengan Komunitas Wartawan Indonesia(KWI) rencananya kegiatan donor darah akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang(13/04/2026)
Ketua DPD KWI NTT, Arifin, menegaskan
Kehadiran KWI dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik saat ini, mulai dari tekanan kepentingan, persoalan etika, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap media. Para penggagasnya meyakini bahwa kekuatan pers tidak terletak pada persaingan, melainkan pada persatuan dan komitmen bersama untuk menjaga kebenaran.
"Wartawan bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penjaga nurani publik. Karena itu, penting untuk saling mendukung, bukan saling menjatuhkan, menjadi semangat yang diusung dalam pembentukan komunitas ini. Dengan mengedepankan nilai independensi, profesionalisme, dan integritas, KWI berkomitmen menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam setiap aktivitasnya. Komunitas ini juga mendorong praktik jurnalisme yang berimbang, kritis, namun tetap beradab—sebuah pendekatan yang diyakini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap media" tegas Arifin.
Masih menurut orang nomor satu di DPD KWI NTT tersebut,
Sebagai langkah nyata, KWI akan menggelar berbagai program seperti pelatihan dan workshop peningkatan kompetensi, diskusi isu-isu aktual, pemberian penghargaan bagi jurnalis berprestasi, hingga advokasi terhadap kebebasan pers dan kesejahteraan wartawan, selain itu KWI juga siap berkolaborasi langsung dengan lembaga-lembaga, pemerintah, pihak swasta juga organisasi atau komunitas yang ada di NTT.
"Dengan semangat kolaborasi yang diusung, KWI diharapkan mampu menjadi penggerak baru dalam memperkuat ekosistem pers nasional yang sehat, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik, karena itu kolaborasi dengan Ikatan Arema NTT menjadi titik awal dalam melakukan sebuah karya nyata bagi banyak orang" tambahnya.
"Kehadiran KWI pun menjadi penanda bahwa di tengah tantangan zaman, insan pers Indonesia tetap memiliki komitmen kuat untuk bersatu, menjaga kebenaran, dan mengabdi bagi bangsa—bukan untuk bersaing, melainkan untuk bersinergi" pungkas Arifin.(*)

