Kupang, LIPUTANNTT.com,Di sela-sela tugas kemanusiaan menyalurkan bantuan bagi 25.000 jiwa di Pulau Timor, Marno berhasil menyisipkan waktu untuk mengikuti seleksi Duta Bahasa NTT 2026. Hasilnya? Ia resmi lolos sebagai salah satu dari 16 besar. Pengumuman itu langsung menyulut semangat baru di tengah padatnya agenda relawan.
Apa yang dilakukan Marno bukanlah hal biasa. Di luar perannya sebagai mahasiswa aktif, ia menjabat sebagai Ketua BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) FPKP UNADANA serta Ketua Bidang Sosial Masyarakat pada ISMAPETI (Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia). Jabatan-jabatan ini, termasuk pengalamannya di tingkat nasional, tak pernah membuatnya lupa pada panggilan hati: membantu sesama.
“Saya sering kejar-kejaran waktu. Apalagi saat turun ke lokasi bencana atau daerah terpencil. Tapi ketika tahu lolos 16 besar, lelah itu terbayar,” ujar Marno.
Kesibukannya sebagai volunteer pelayanan kasih dan penyalur bantuan untuk ribuan jiwa di Timor justru menjadi bahan bakar. Ia membagi waktu dengan disiplin antara kegiatan sosial, organisasi, perkuliahan, dan tahapan seleksi duta bahasa. Baginya, kelolosan ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan pintu untuk memperluas dampak sosial.
“Saya ingin menjadi duta yang tidak hanya fasih berbahasa, tapi juga dekat dengan rakyat kecil yang membutuhkan,” pungkas Marno.(*)

