KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) menunjukkan kepedulian mendalam terhadap para korban terdampak bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Sebagai bentuk komitmen kemanusiaan, UMKoe secara resmi melepas dan memberangkatkan tim relawan beserta bantuan logistik secara langsung menuju lokasi bencana dari kampus UMKoe di Kupang pada hari ini.
Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk nyata tanggap darurat institusi dalam mengambil peran aktif untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Kampus yang dikenal dengan nilai-nilai pengabdiannya ini tidak tinggal diam saat bencana gempa bumi mengakibatkan kerugian materiil dan merusak infrastruktur serta pemukiman warga di kawasan Flores.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., memberikan perhatian yang sangat besar terhadap musibah gempa bumi di Flores tersebut. Dalam keterangannya, Dia menyampaikan dukungan penuh atas aksi kemanusiaan ini dan menegaskan pentingnya kehadiran perguruan tinggi di tengah-tengah masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Dalam penyalurannya, UMKoe menyiapkan bantuan logistik sebanyak 1.000 paket sembako serta berbagai kebutuhan paket obat-obatan. Bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendasar para pengungsi, khususnya terkait ketahanan pangan dan akses kesehatan darurat di posko-posko pengungsian.
Keberangkatan armada bantuan beserta puluhan relawan dan tim medis dilepas secara resmi oleh Wakil Rektor 3 UMKoe, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M., yang hadir mewakili Rektor Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. Tim medis yang diturunkan dibekali peralatan kesehatan primer guna memberikan pertolongan pertama serta pelayanan medis berkala bagi para korban gempa.
Dalam sambutan pelepasannya, Dr. Ir. Syamsul Bahri menyampaikan pesan mendalam dari Rektor bahwa seluruh bantuan dari UMKoe ini merupakan wujud nyata dari kerja sosial dan kepedulian antarmanusia. Bantuan tersebut murni didasari atas rasa empati serta rasa tanggung jawab moral untuk sesama yang sedang tertimpa musibah.
Selain itu, pimpinan kampus juga menitipkan misi menjaga reputasi serta citra positif lembaga kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan. Para relawan diimbau untuk menjaga nama baik institusi dengan memberikan pelayanan yang humanis, santun, dan profesional selama menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi bencana Flores.(*)

