KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan relaksasi terhadap kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan berpelat nomor luar NTT di tujuh kabupaten terdampak gempa bumi Flores.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta kendaraan yang mendukung penanganan bencana tetap berjalan selama masa tanggap darurat.
Relaksasi tersebut merupakan bentuk penyesuaian kebijakan dalam kondisi darurat, khususnya untuk mendukung evakuasi, distribusi bantuan dan logistik, pelayanan kesehatan, mobilisasi tenaga kemanusiaan, serta berbagai kebutuhan penanganan masyarakat terdampak gempa.
Gubernur Melki mengatakan, kebijakan relaksasi tersebut telah diinstruksikan sejak hari pertama gempa bumi Flores terjadi pada 15 Agustus 2026. Menurutnya, kondisi kedaruratan membutuhkan respons cepat dan fleksibilitas kebijakan agar aturan yang berlaku dalam situasi normal tidak menghambat proses penanganan bencana.
“Sejak hari pertama terjadinya gempa Flores, sudah saya perintahkan untuk direlaksasi di seluruh Flores terkait penanganan gempa Flores,” kata Melki Laka Lena.
Relaksasi diberikan di tujuh kabupaten yang terdampak gempa sebagai bentuk kelonggaran dan kemudahan selama proses penanganan bencana. Kebijakan ini bukan merupakan pencabutan permanen terhadap ketentuan pembatasan BBM bersubsidi, melainkan penyesuaian yang diberlakukan karena adanya kondisi luar biasa.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT menerapkan Peraturan Gubernur NTT Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur pembatasan pengisian BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Solar, bagi kendaraan tertentu. Kebijakan tersebut antara lain menyasar kendaraan berpelat nomor luar NTT serta kendaraan yang memiliki tunggakan pajak.
Adapun kendaraan dengan kode wilayah NTT seperti DH, EB, dan ED tetap merupakan kendaraan berpelat nomor NTT.
Kebijakan pembatasan tersebut pada dasarnya ditujukan untuk menjaga ketersediaan BBM bersubsidi dan memastikan penggunaannya lebih tepat sasaran bagi masyarakat NTT. Namun, kondisi berubah ketika gempa bumi melanda Flores dan menyebabkan kebutuhan mobilitas kendaraan meningkat secara signifikan.
Dalam situasi tanggap darurat, kendaraan dari luar daerah juga dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas kemanusiaan. Mobilisasi bantuan logistik, tenaga kesehatan, relawan, pemerintah, TNI-Polri, hingga kendaraan operasional lainnya membutuhkan akses BBM yang memadai agar penanganan dapat berjalan tanpa hambatan.
Karena itu, Gubernur Melki mengambil langkah cepat dengan memberikan relaksasi terhadap pembatasan tersebut di wilayah terdampak.
“Ini merupakan bentuk kelonggaran, kemudahan dan penyesuaian yang diberikan pemerintah,” ujar Melki.
Menurut Gubernur Melki, kebijakan pemerintah dalam situasi bencana harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Ketika masyarakat berada dalam kondisi darurat, setiap kebijakan harus diarahkan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan.
Relaksasi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas kendaraan yang digunakan untuk penanganan gempa, mulai dari distribusi bantuan dan logistik, pelayanan kesehatan, evakuasi, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan berbagai kebijakan tidak menjadi hambatan dalam penanganan bencana. Pemerintah tetap menjaga tujuan awal pengendalian BBM bersubsidi, namun pada saat yang sama memberikan ruang penyesuaian ketika masyarakat menghadapi kondisi luar biasa.
Dengan demikian, selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan berlangsung, kebutuhan BBM untuk mendukung penanganan gempa di tujuh kabupaten terdampak dapat dipenuhi secara lebih fleksibel, sehingga mobilitas bantuan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan.
Pemerintah Provinsi NTT memastikan penanganan gempa Flores menjadi prioritas, dengan terus melakukan penyesuaian kebijakan sesuai kebutuhan di lapangan agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pelayanan dan bantuan secara cepat.(*/ BS)

