Manggarai, LIPUTANNTT.Com,Gubernur Melki Laka Lena terus bergerak memastikan penanganan dampak gempa bumi di Flores berjalan cepat, terpadu, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selain turun ke lapangan, Gubernur Melki juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan hingga tahap pemulihan.
Pada Kamis (20/8/2026), Gubernur Melki Laka Lena meninjau langsung Posko Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi para penyintas, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta memastikan bantuan dan pelayanan selama masa tanggap darurat berjalan dengan baik.
Untuk mempercepat koordinasi dan memastikan penanganan di lapangan, Gubernur Melki pada Jumat (21/8/2026) berkantor sementara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Dari Labuan Bajo, Gubernur Melki bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai Timur, di antaranya Posko Dampek, Posko Desa Waso, Posko Golo Conggo, Posko Sambi Rampas, serta SMAN 2 Sambi Rampas.
Kehadiran langsung di sejumlah posko tersebut menjadi bagian dari upaya Gubernur Melki memastikan penanganan tidak hanya berjalan melalui koordinasi administratif, tetapi juga berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Selain turun langsung ke lokasi terdampak, Gubernur Melki juga terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Pada Kamis (20/8/2026) malam, Gubernur Melki mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui zoom untuk membahas percepatan penanganan rumah warga terdampak.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Melki menegaskan pentingnya melakukan review dan pembaruan data kerusakan rumah. Hal ini mengingat gempa susulan masih terus terjadi dan menyebabkan sejumlah rumah yang sebelumnya masuk kategori rusak ringan mengalami kerusakan lebih parah.
“Khusus untuk rumah, data yang ada sekarang berpotensi ada penambahan karena banyak rumah yang awalnya rusak ringan sudah mulai rusak berat dan nyaris tidak bisa digunakan lagi,” kata Melki.
Menurutnya, pembaruan data sangat penting agar setiap kebijakan dan bantuan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran. Pendataan juga harus terus dilakukan secara berjenjang dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi bangunan akibat gempa susulan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat tersebut mengusulkan agar penanganan rumah terdampak juga dapat menggunakan skema gotong royong, sebagaimana yang telah diterapkan dalam penanganan bencana di berbagai daerah.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meminta pemerintah daerah terus memperbarui dan memvalidasi data kerusakan rumah secara akurat. Menurutnya, data yang valid menjadi dasar bagi pemerintah untuk bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Maruarar juga mendorong agar Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah dapat segera diimplementasikan bagi masyarakat terdampak di NTT. Sebelumnya, program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 14 ribu unit rumah di seluruh NTT.
Tito Karnavian juga menegaskan pentingnya pendataan yang dilakukan secara by name by address, sehingga bantuan pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak dan membutuhkan.
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, seluruh rangkaian koordinasi dan kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari langkah percepatan penanganan gempa Flores yang terus didorong Gubernur Melki Laka Lena.
Gubernur Melki menegaskan, pemerintah akan terus bergerak bersama masyarakat, memperbarui data kerusakan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, serta memastikan dukungan pemerintah pusat dapat segera diterjemahkan menjadi bantuan nyata bagi masyarakat terdampak.
Dengan berkantor sementara di Labuan Bajo dan terus turun ke berbagai lokasi terdampak, Gubernur Melki memastikan penanganan gempa Flores tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi NTT, baik dalam masa tanggap darurat maupun dalam mempersiapkan tahapan pemulihan dan rehabilitasi pascabencana.(* BS)

