Nagekeo, LIPUTANNTT.Com, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026). Dari Labuan Bajo, Presiden selanjutnya bertolak menuju Kabupaten Nagekeo untuk meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.
Kedatangan Presiden Prabowo menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana gempa bumi. Presiden dijadwalkan melihat langsung kondisi warga, sekaligus memastikan penanganan dan dukungan pemerintah bagi masyarakat terdampak berjalan secara optimal.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu telah menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 18.00 WITA, Selasa (25/8/2026), tercatat 7.259 kali gempa susulan, dengan 33 kejadian di antaranya bermagnitudo di atas 5.
Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penanganan korban, maupun pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat terdampak.
Di Kabupaten Nagekeo, kedatangan Presiden Prabowo akan diterima langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Kapolda NTT Rudi Darmoko di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/Wakanga Mere, Nagekeo.
Gubernur Melki selanjutnya akan mendampingi Presiden dalam kunjungan dan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak gempa. Kehadiran Gubernur Melki Laka Lena dalam mendampingi Presiden juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat berjalan secara efektif, sehingga berbagai kebutuhan dan kondisi riil masyarakat di lapangan dapat disampaikan secara langsung dan ditindaklanjuti bersama.
Kunjungan Presiden Prabowo diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan gempa Flores, sekaligus memberikan kepastian bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Pusat dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan, pelayanan, serta dukungan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.(* BS)

