KUPANG, LIPUTANNNTT.Com, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengapresiasi langkah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTT yang menyelenggarakan turnamen bola voli SMSI CUP I 2026.
Menurut Johni Asadoma, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk kontribusi positif insan pers dan organisasi perusahaan media dalam mendorong perkembangan olahraga, khususnya cabang olahraga bola voli di NTT.
Ia menilai, kegiatan olahraga seperti SMSI CUP I 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan untuk meraih prestasi, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda NTT untuk mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari teknik, fisik, mental hingga semangat kompetisi.
“SMSI NTT telah menyediakan wadah bagi anak-anak muda NTT untuk mengasah mental, teknik, fisik dan kemampuan mereka melalui olahraga bola voli,” ujar Johni Asadoma.
Bagi Johni, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan hanya melalui program pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas olahraga dan insan pers.
Karena itu, kehadiran SMSI CUP I 2026 dinilai memiliki arti penting dalam memperluas ruang kompetisi bagi para pemain bola voli di NTT.
Turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga bola voli di NTT sekaligus membuka kesempatan bagi munculnya pemain-pemain muda berbakat.
“Ini merupakan aktivitas positif untuk meningkatkan prestasi olahraga voli dan kapasitas individu para pemain, terutama dalam mencari bibit-bibit unggul,” katanya.
Johni Asadoma juga mengaitkan penyelenggaraan SMSI CUP I 2026 dengan persiapan NTT menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, ketika NTT akan menjadi salah satu daerah tuan rumah.
Menurut dia, momentum tersebut perlu dipersiapkan sejak jauh hari, termasuk dengan memperbanyak kompetisi yang dapat memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet.
Kompetisi lokal maupun regional, kata Johni, dapat menjadi sarana untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memberikan pengalaman menghadapi situasi pertandingan yang sesungguhnya.
Dalam konteks itu, SMSI CUP I 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk melihat potensi pemain muda yang memiliki kemampuan dan prospek untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pembinaan atlet, lanjutnya, membutuhkan proses yang berkelanjutan. Tidak cukup hanya mengandalkan latihan, tetapi juga diperlukan kompetisi yang teratur agar atlet terbiasa menghadapi tekanan pertandingan, menjaga konsistensi permainan dan membangun mental bertanding.
Karena itu, ia berharap penyelenggaraan SMSI CUP dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya.
Wakil Gubernur NTT tersebut juga memberikan apresiasi terhadap keberanian SMSI NTT menyelenggarakan kegiatan olahraga berskala bergengsi di tengah situasi efisiensi anggaran.
Menurut Johni, penyelenggaraan sebuah turnamen membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dari sisi sumber daya manusia, pembiayaan, fasilitas maupun koordinasi.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, inisiatif masyarakat untuk tetap menyelenggarakan kegiatan produktif dan positif dinilai memiliki nilai tersendiri.
“Ini luar biasa. Di tengah efisiensi anggaran serta kondisi ekonomi yang masih kurang, SMSI punya keberanian untuk membuat event yang bergengsi,” ungkapnya.
Ia berharap keberanian tersebut dapat menjadi contoh bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu menjadi hambatan untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Justru, melalui kolaborasi dan partisipasi berbagai pihak, kegiatan olahraga dapat tetap dilaksanakan sekaligus menjadi sarana membangun kebersamaan.
Selain aspek prestasi, Johni melihat turnamen bola voli juga memiliki dimensi sosial. Pertandingan olahraga mempertemukan para pemain, pelatih, ofisial, masyarakat dan berbagai kelompok dalam suasana kompetisi yang sehat.
Hal tersebut dapat memperkuat semangat sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan masyarakat NTT.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan SMSI CUP I 2026, Johni Asadoma menyatakan kesiapannya untuk membuka secara langsung turnamen tersebut.
Pembukaan SMSI CUP I 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026.
“Kami siap membuka kegiatan tersebut yang pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2026,” kata Johni.
Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan olahraga di NTT.
Johni berharap SMSI CUP I 2026 dapat berlangsung sukses, menjunjung tinggi sportivitas serta memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Lebih jauh, ia berharap dari kompetisi tersebut dapat lahir pemain-pemain muda potensial yang nantinya dapat memperkuat tim-tim bola voli NTT pada berbagai ajang olahraga, termasuk dalam persiapan menghadapi PON 2028.
Menurutnya, pembangunan olahraga membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam penyediaan kebijakan dan dukungan, sementara masyarakat dan berbagai organisasi dapat mengambil bagian melalui penyelenggaraan kegiatan yang mendorong partisipasi dan pembinaan atlet.
Dengan semangat tersebut, SMSI CUP I 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah turnamen, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga bola voli di NTT.
Turnamen ini juga menjadi momentum untuk mempertemukan semangat olahraga, pembinaan generasi muda dan kolaborasi lintas sektor dalam mempersiapkan sumber daya atlet NTT menghadapi agenda olahraga nasional di masa mendatang.(*)

