Marno dan Fernandus, Pengurus ISMAPETI, Turun Langsung Salurkan Bantuan Semen dan Batu bata untuk Korban Gempa Ngada

Pemred Liputan NTT
0

  

Ngada, LIPUTANNTT.Com, Marno dan Fernandus, perwakilan dari Undana, NTT, yang ber pengurus pada ISMAPETI (Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia), turun ke Flores untuk melakukan survei sekaligus menyalurkan bantuan bagi korban gempa. Pada Minggu, 13 September 2026, mereka menyisir Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, dan Desa Nirmala, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, NTT. Di sana, mereka melihat langsung rumah-rumah warga yang roboh dan keluarga yang masih bertahan di tenda darurat.


Dari sudut pandang masyarakat, bantuan sembako yang selama ini datang memang sangat berarti, tetapi belum menjawab kebutuhan utama. “Kami sudah dapat bantuan sembako tapi kami juga mau rumah di bangun kembali. Kami hanya bisa mengungsi di tenda darurat,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca. Mendengar suara itu, Marno dan Fernandus tergerak. Bagi mereka, sembako penting, tetapi semen menjadi kebutuhan mendesak untuk memulai kembali pembangunan rumah.


Dari sisi Marno dan Fernandus, mereka tidak hanya datang untuk survei. Mereka bergegas menyusun strategi, menggalang bantuan, dan memastikan penyaluran langsung ke warga. “Semua pihak datang membawa sembako, tetapi kami memikirkan material. Semen ini untuk membantu warga membangun kembali rumah mereka,” tegas Marno.


Dari perspektif ISMAPETI, kehadiran Marno dan Fernandus adalah wujud solidaritas kemanusiaan. Pengurus ISMAPETI menegaskan, mahasiswa peternakan tidak hanya bergerak di ranah akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Bantuan semen dan Batu bata ( Batako) diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong dan mendorong pihak lain untuk ikut membantu pemulihan pascagempa.


Realisasi bantuan berlangsung sehari kemudian, Senin, 14 September 2026. Marno dan Fernandus langsung menyalurkan bantuan di Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, dan Desa Nirmala, Kecamatan Golewa Selatan. Warga menyambut dengan penuh haru; tangis syukur, doa, dan tepuk tangan mengiringi penyerahan bantuan.  “Kami tidak menyangka ada yang memikirkan material untuk rumah kami,” kata warga.


Meski demikian, kebutuhan korban gempa masih besar. Banyak rumah belum dibangun kembali dan warga masih bertahan di tenda darurat. Marno dan Fernandus berkomitmen mengawal bantuan serta mengajak lebih banyak pihak untuk berkolaborasi. Dari tenda darurat, harapan itu tumbuh kembali: rumah baru bukan lagi sekadar mimpi. Solidaritas mahasiswa NTT untuk Ngada membuktikan bahwa bantuan semen bisa menjadi awal kebangkitan.(*)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa