UNDANA Sosialisasikan Pengolahan Keong Mas Jadi Pakan Unggas di Sumba

Pemred Liputan NTT
0

 

Kupang, LIPUTANNTT.Com,Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP), terus menggencarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pada bulan Juli 2026, tim pengabdian yang diketuai oleh Ir. Upik Syamsiar Rosnah, MP., IPM, menggelar sosialisasi dan pelatihan di Desa Umbu Pabal Selatan, Kabupaten Sumba Tengah. Kegiatan ini mengangkat tema inovatif "Dari Hama Padi Menjadi Pakan Unggas Kaya Gizi", menyoroti potensi hama keong mas yang selama ini meresahkan petani.


Kegiatan sosialisasi yang berlangsung sepanjang bulan Juli 2026 ini dilatarbelakangi oleh dua masalah utama di desa tersebut, yaitu serangan hama keong mas yang merusak tanaman padi, serta mahalnya biaya pakan pabrikan yang menguras keuntungan peternak ayam. Dalam sesi sosialisasi, seluruh anggota tim yang terdiri dari Rahmat Gusrí, S.Pt., M.Pt., Prihatomo Suharto, S.Pt., M.Sc., dan Nitty C. Mafefa, S.Pt., M.Pt., turut hadir dan secara bergantian memberikan materi kepada masyarakat. Mereka memaparkan bahwa keong mas dapat diubah menjadi solusi cerdas untuk menekan biaya pakan sekaligus mengendalikan hama sawah.


Dalam pemaparannya, tim mengingatkan masyarakat akan peringatan penting untuk tidak pernah memberikan keong mas dalam kondisi mentah kepada ternak. Hal ini dikarenakan keong mas mentah mengandung lendir dan zat pengganggu pencernaan yang berbahaya bagi ayam. Seluruh anggota tim kemudian mempraktikkan secara langsung empat tahapan pengolahan wajib, yaitu perebusan, pemisahan cangkang, pengeringan, hingga penggilingan menjadi tepung halus. Praktek yang dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026 ini memastikan masyarakat dapat mengolah sendiri bahan baku lokal tersebut dengan aman.


Setelah melalui proses penggilingan, tepung keong mas terbukti memiliki keunggulan nutrisi yang sangat baik. Tim menjelaskan bahwa kandungan protein kasarnya mencapai 50% hingga 56% yang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan daging dan otot ayam. Selain itu, kandungan energinya mencapai 3000 Kkal/kg sebagai sumber tenaga untuk aktivitas dan metabolisme tubuh, serta tingginya kandungan kalsium yang bermanfaat untuk memperkuat tulang dan mempertebal cangkang telur.


Dalam sesi praktek penyusunan ransum yang digelar pada akhir Juli 2026, tim memberikan panduan praktis untuk membuat 100 kg pakan. Untuk periode Grower (pertumbuhan), komposisi ransum terdiri dari 41,5 kg jagung giling, 27 kg tepung keong mas, 27 kg dedak padi, 2,5 kg minyak kelapa, 1 kg CaCO3, dan 1 kg top mix. Sementara untuk periode Layer (bertelur), komposisinya disesuaikan menjadi 52,5 kg jagung giling, 22 kg tepung keong mas, 20 kg dedak padi, 3 kg minyak kelapa, 1,5 kg CaCO3, dan 1 kg top mix. Ransum ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan harian ayam, di mana satu ekor ayam Grower membutuhkan sekitar 80 gram pakan per hari, atau setara 56 kg per minggu untuk 100 ekor ayam.


Melalui kegiatan pengabdian yang terlaksana pada Juli 2026 ini, Undana berharap masyarakat Sumba dapat mandiri secara ekonomi dengan menekan biaya produksi peternakan secara signifikan. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi bagi peternak, tetapi juga membantu petani mengendalikan hama keong mas secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, menjadikannya sebagai contoh nyata penerapan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan masyarakat desa. (*/Marno)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa