Sumteng, LIPUTANNTT.Com,Ternak kambing dalam masyarakat di Kabupaten Sumba Tengah, khususnya di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, merupakan salah satu jenis ternak yang memiliki kedudukan dan peran penting dalam aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi. Walaupun tidak terlalu dominan dibandingkan dengan ternak kerbau, sapi, kuda, dan kambing, keberadaan ternak ini tetap menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.
Berdasarkan data populasi ternak kambing di Sumba Tengah pada tahun 2020-2025, tercatat jumlah populasi sebanyak 12.768 ekor (2020), 13.523 ekor (2021), 14.039 ekor (2022), 9.388 ekor (2023), 9.669 ekor (2024), dan 9.959 ekor (2025) yang tersebar di 5 kecamatan. Secara khusus, populasi ternak kambing di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat menunjukkan angka 177 ekor (2020) dan 250 ekor (2023). Angka ini menunjukkan terjadinya peningkatan populasi yang sangat lambat, yaitu sekitar 9,73% per tahun, atau hanya meningkat sebesar 29,2% dalam 3 tahun terakhir.
Dari segi produktivitas, terjadi kelambanan tingkat pertumbuhan (pertambahan berat badan) ternak kambing sebagai akibat dari keterbatasan pakan. Beberapa kelemahan manajemen pakan yang teridentifikasi antara lain adalah keterbatasan jumlah pakan, rendahnya kualitas pakan lokal, ketersediaan pakan yang tidak kontinu sepanjang tahun, serta sistem pemeliharaan yang umumnya masih tradisional.
Selain itu, sebagian besar petani belum mengenal pakan konsentrat untuk ternak kambing, belum memahami pentingnya tambahan mineral dalam pakan, teknologi pengolahan pakan, dan cara pemberian pakan kepada ternak kambing yang benar dan baik. Akibatnya, sebagian besar peternak kambing belum memahami dengan baik kaitan antara kualitas pakan dengan tingkat kebuntingan, bobot lahir, dan tingkat kematian anak ternak.
Untuk mengatasi persoalan kurangnya jumlah dan rendahnya kualitas pakan ternak kambing (terlebih pada musim kemarau), salah satu cara yang dinilai efektif adalah dengan menerapkan teknologi pakan BSPGL (blok suplemen pakan gula lontar). Teknologi ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan zat gizi yang dibutuhkan ternak kambing untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal.
Penggunaan berbagai bahan pakan lokal berkualitas yang tersedia di sekitar tempat tinggalnya tentunya merupakan suatu upaya strategis dalam peningkatan produksi ternak kambing. Penggunaan produk BSPGL dinilai dapat dilakukan secara masif pada ternak kambing dalam suatu cakupan wilayah yang luas.
Tim dosen dari Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), yang terdiri dari Dr.Ir. Ulrikus R. Lole, M.Si., Ir. Daud Amalo, M.Si., dan Ir. N.G.A. Mulyantini, M.Sc.Ag., Ph.D., telah melaksanakan kegiatan PKM di Kelompok Peternak Kambing PK POM (Pekarangan Pro Oli Milla) di Desa Umbu Langgang, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 28 Juli 2026 ini diikuti oleh 25 orang anggota kelompok yang terdiri dari bapak/ibu peminat dan pemilik ternak kambing. Pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan ini berjalan dengan baik dan dirasakan sangat bermanfaat bagi para peserta.
Tingginya manfaat kegiatan ini tampak dari motivasi, semangat, dan antusiasme peserta yang sangat tinggi, di mana semua peserta hadir pada acara penyuluhan. Peserta aktif mengikuti dan menanyakan beberapa hal pada saat diskusi tentang keunggulan teknologi pakan BSPGL pada ternak kambing, serta keuntungan secara ekonomi dan sosial yang dapat diperoleh peternak peserta.
Melalui kegiatan ini, tim pelaksana PKM memberikan gambaran tentang penghematan biaya dan waktu pemeliharaan, serta pertumbuhan ternak yang lebih cepat untuk mencapai bobot pasar yang diharapkan. Diharapkan, penerapan teknologi BSPGL ini dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi para peternak kambing di Sumba Tengah.(*/Marno)

