KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Penyerahan bantuan ternak ayam kepada masyarakat Kabupaten Kupang menjelma menjadi gerakan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Kupang. Universitas Nusa Cendana (UNDANA), dalam hal ini Rektor, yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), Dr. Tian Liufeto, menegaskan komitmen kampus untuk turun tangan langsung mendampingi masyarakat. Dr. Tian Liufeto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Kupang, yang menggerakan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, jajaran Majelis Klasis GMIT, serta seluruh kelompok peternak penerima manfaat, dan Universitas Nusa Cendana menjadi bagian didalamnya. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sebagai wujud nyata sinergi pentahelix dalam mengatasi isu strategis daerah.
Mengubah Bantuan Konsumtif Menjadi Aset Produktif
Dalam sambutannya, Dr. Tian menekankan bahwa peternak bukan sekadar pemelihara ternak, melainkan penjaga kehidupan, penggerak ekonomi keluarga, dan tonggak peradaban ketahanan pangan generasi NTT. Ayam yang dibagikan hari ini tidak boleh dipandang sebagai komoditas yang siap dipotong atau dijual secara mendadak saat kebutuhan mendesak. Teruslah bangun kemampuan memelihara, membiakkan, dan menjadikan ternak unggas ini sebagai modal produktif dan ketahanan pangan yang berkelanjutan," tegasnya di hadapan para pejabat daerah dan tokoh agama yang hadir. Indikator keberhasilan program bantuan ini tidak diukur dari berapa banyak ekor ayam yang diterima, melainkan dari berapa banyak keluarga yang berhasil bertransformasi menjadi peternak mandiri. Keberhasilan dihitung dari peningkatan konsumsi telur dan daging di tingkat rumah tangga demi memutus rantai kurang gizi dan stunting di Kabupaten Kupang.
Sinergi Tiga Pilar: Pemda, Gereja, dan Perguruan Tinggi
Penyerahan bantuan ini menjadi istimewa karena melibatkan jaringan gereja melalui Majelis Klasis GMIT dan kelompok masyarakat penerima bantuan. Keterlibatan institusi keagamaan merupakan langkah taktis yang menyentuh akar rumput. Gereja bukan hanya tempat pembinaan kerohanian, tetapi juga wahana pemberdayaan ekonomi jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Dr Tian Liufeto menyatakan tiga usulan skema kemitraan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Kupang dan jajaran Dinas Peternakan dimana Bupati Kupang berperan Mendorong regulasi dan alokasi kebijakan yang berpihak pada pembangunan peternakan rakyat berbasis desa; Dinas Peternakan Kabupaten Kupang menjamin ketersediaan pengawasan kesehatan hewan, pendampingan vaksinasi, biosekuriti, serta fasilitasi rantai pasok pemasaran sementara pihak UNDANA dapat menyediakan kepakaran teknis, inovasi pakan berbasis formulasi bahan lokal, penerjunan mahasiswa pendamping (kader inseminator dan penyuluh), serta evaluasi dampak program secara berkala.
Sentuhan Inovasi FPKP UNDANA: Dari Tradisional ke Produktif
Dr. Tian Liufeto menyampaikan bahwa FPKP UNDANA siap menerjunkan dosen pakar dan mahasiswa untuk mengedukasi peternak penerima bantuan agar meninggalkan pola pemeliharaan tradisional dan Peternak akan dibimbing dalam Manajemen Pemeliharaan & Biosekuriti untuk kebersihan kandang dan tindakan pencegahan penyakit unggas, Formulasi Pakan Lokal yang memanfaatkan potensi jagung dan limbah pertanian sekitar untuk menekan biaya pakan pabrikan, serta Pencatatan Produksi dan Biaya dengan melatih masyarakat menghitung analisis usaha tani sederhana agar peternakan skala rumah tangga dapat berkembang menjadi unit bisnis keluarga.
Komitmen UNDANA: Mengawal Sampai Mandiri
Menutup sambutannya, Dr. Tian menegaskan bahwa Kehadiran Rektor Undana dan seluruh elemen kampus dalam berbagai kegiatan di kabupaten Kupang, pelatihan inseminasi buatan sebelum ini dan komitmen hari ini merupakan bukti tekad kampus untuk mengabdi bersama peternakan rakyat.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memproduksi pangannya sendiri, dan di balik setiap butir telur dan piring makanan kita dan anak-anak kita, ada keringat dan kerja keras para peternak lokal," pungkas Dr. Tian mewakili Rektor UNDANA. Diharapkan momentum penyerahan bantuan ternak ayam ini menjadi langkah lahirnya Gerakan Kupang Produktif, di mana pemerintah, gereja, dan akademisi terus berjalan berdampingan demi menciptakan masyarakat Kabupaten Kupang yang sehat, cerdas, dan mandiri secara pangan.(*)

