KUPANG, LIPUTANNTT.com,“Pada intinya kita harus bergerak bersama untuk memastikan penerbangan internasional ini bisa segera beroperasi dalam waktu dekat”.
Demikian disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memimpin Rapat Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang yang berlangsung di Ruang Rapat Bolelebo Bandara El Tari, Senin (19/1/2026) siang.
Rapat tersebut melibatkan seluruh instansi negara yang memiliki kewenangan pelayanan penerbangan internasional, antara lain TNI AU Lanud El Tari, Kementerian Perhubungan, Imigrasi, Bea dan Cukai, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Perum LPPNPI (AirNav), PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Airports, maskapai penerbangan, operator kargo, serta pelaku usaha pendukung kebandarudaraan.
Turut hadir dalam rapat diantaranya Kepala Dinas Operasi Lanud El Tari Kolonel Pas Sulistyo Utomo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Mahadin Sibarani, General Manager InJourney Airports Bandara El Tari Kupang Teguh Darmawan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kupang Umar Fahmi, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kupang Marbud Dumron, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT Yulia, serta General Manager Perum LPPNPI Cabang Kupang Krisdian N.H.
Gubernur Melki Laka Lena menerangkan agar maskapai penerbangan dan operator kargo mulai menyiapkan penerbangan internasional perdana, sehingga setelah bandara resmi dibuka tidak terjadi jeda operasional yang terlalu lama.
“Reaktivasi Bandara El Tari sebagai bandara internasional merupakan agenda strategis Pemerintah Provinsi NTT yang harus dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektor. Sehingga seluruh pihak harus menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing dan bergerak serempak menuju target pembukaan penerbangan internasional pada bulan Februari mendatang,” terang Gubernur Melki.
“Pemerintah Provinsi NTT, siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat maupun pemangku kepentingan luar negeri guna mempercepat realisasi penerbangan internasional,” jelas Melki.
Sementara itu, General Manager InJourney Airports Bandara El Tari Kupang Teguh Darmawan, Teguh Darmawan, dalam kesempatan tersebut memaparkan tahapan teknis reaktivasi terminal internasional. Ia menjelaskan bahwa terminal internasional telah lama tidak beroperasi sehingga memerlukan pembongkaran dan perbaikan menyeluruh.
Tahap pertama difokuskan pada pekerjaan fisik berskala besar, meliputi pembongkaran instalasi lama, perbaikan sistem pipa air dan sanitasi, pendingin udara, serta fasilitas toilet yang mengalami kerusakan.
Tahap kedua dilakukan pembersihan menyeluruh (general cleaning) guna memastikan terminal bebas dari debu dan sisa material konstruksi. Selanjutnya, tahap ketiga mencakup instalasi peralatan keimigrasian, keamanan, kesehatan, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Kami menargetkan pekerjaan fisik utama yang bersifat kasar dapat diselesaikan dalam satu minggu. Setelah itu dilanjutkan pembersihan menyeluruh dan pemasangan perangkat elektronik agar tidak terganggu debu dan material bangunan,” jelas Teguh.
Usai rapat, Gubernur NTT bersama seluruh jajaran meninjau langsung Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang untuk melihat kesiapan fasilitas, alur pergerakan penumpang, serta titik-titik layanan utama.
Gubernur Melki Laka Lena juga mengungkapkan rencana pembukaan rute internasional prioritas, yakni Timor Leste, Darwin (Australia), dan Malaysia, yang dinilai memiliki potensi pasar besar serta kebutuhan mobilitas tinggi, termasuk bagi pekerja migran asal NTT.
Menurutnya, pembukaan rute internasional tersebut akan mendukung penataan jalur resmi pekerja migran, meningkatkan pengawasan pemerintah, serta mendorong perputaran ekonomi daerah. Reaktivasi Bandara El Tari juga menjadi bagian dari strategi besar menjadikan Kupang sebagai simpul transportasi udara dan laut di kawasan timur Indonesia.
Pemerintah Provinsi NTT menargetkan seluruh kesiapan teknis dan administratif rampung hingga akhir Januari 2026. Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi penerbangan internasional, penguatan layanan pekerja migran, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas Nusa Tenggara Timur.( BS)

