KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kegiatan Pawai Kupang Bertakbir Season 3 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah perjalanan batin yang sarat makna spiritual dan nilai kebersamaan. Hal ini disampaikannya saat menerima peserta pawai di Bundaran Patung Tirosa, Jumat (20/3) malam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard E. Odja, unsur Forkopimda tingkat provinsi dan Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, S.STP., M.M., Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kupang, H. Ali Muddin, tokoh lintas agama, serta masyarakat Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI), aparat keamanan, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
“Bagi saya, malam bertakbir ini bukan hanya perjalanan dari titik A ke titik B. Ini adalah perjalanan batin. Ini bukan hanya perayaan, tetapi ekspresi iman yang bergerak, mengisi ruang-ruang Kota Kupang dengan lantunan takbir yang indah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa takbir yang dikumandangkan bukan sekadar suara, melainkan pengakuan atas kebesaran Tuhan sekaligus pengingat bagi manusia untuk senantiasa saling menghargai, mencintai, dan mengasihi satu sama lain. Tema “Kasih di Hari yang Fitri” menurutnya sangat relevan dan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kota Kupang.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen lintas agama dalam kegiatan tersebut, termasuk penampilan paduan suara dari Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi Kolhua yang membawakan lagu bernuansa Islami. “Ini adalah lambang bahwa keberagaman di Kota Kupang bukan penghalang, tetapi kekuatan. Bukan jarak, melainkan jembatan yang menyatukan kita semua,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas capaian Kota Kupang yang berhasil masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran serta meraih penghargaan sebagai Kota Damai dan Inklusif terbaik tingkat nasional.
Lebih lanjut, Wali Kota menggambarkan harmoni sebagai keseimbangan dalam keberagaman. Ia mengibaratkan Kota Kupang seperti sebuah lagu dan lukisan, di mana perbedaan justru menciptakan keindahan jika disusun secara seimbang.
“Harmoni itu bukan berarti sama, tetapi seimbang. Kita tidak bisa menyeragamkan semua orang, tetapi kita bisa hidup berdampingan dalam keseimbangan. Seperti nada dalam lagu dan warna dalam lukisan, perbedaan itulah yang menjadikan kita indah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti praktik toleransi yang nyata di tengah masyarakat, seperti aktivitas berburu takjil di sekitar gereja tanpa mengganggu umat yang beribadah, hingga pembagian hampers oleh peserta pawai ke gereja-gereja. “Di mana-mana saya sampaikan, inilah kita. Kita hidup dalam harmoni. Kota Kupang adalah rumah bersama yang damai, inklusif, dan penuh kasih,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kota Kupang, seraya mengajak semua pihak untuk terus menjaga kerukunan dan persaudaraan. “Sekali lagi, selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mari kita terus rawat harmoni dan kebersamaan di Kota Kupang yang kita cintai,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, S.STP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pawai Takbiran tahun ini mengusung tema *“Kasih di Hari yang Fitri”*, yang tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kasih sayang, persaudaraan, serta semangat saling memaafkan di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia menegaskan bahwa semangat tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di Kota Kupang. Atas nama panitia, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, Forkopimda, serta para pemuda lintas gereja yang telah berpartisipasi dan mendukung jalannya kegiatan, termasuk pemasangan spanduk ucapan Idul Fitri di sejumlah gereja yang dilalui peserta pawai.
Lebih lanjut, Bustaman turut menyampaikan terima kasih kepada berbagai organisasi kemasyarakatan dan elemen pemuda yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Kupang Bertakbir Season 3 Tahun 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, seraya mengajak seluruh pihak untuk mengambil hal-hal baik dari kegiatan tersebut dan terus menjaga semangat kebersamaan, mengingat kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Pawai Takbiran Kupang Bertakbir Season 3 diikuti oleh kurang lebih 5.000 peserta yang dilepas secara resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Dalam pelaksanaannya, setiap gereja yang dilalui peserta pawai juga diberikan bingkisan Idul Fitri sebagai wujud nyata keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Kota Kupang.(*)

