KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Di tengah gempar(ramainya) kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA), ada satu kisah yang diam-diam menggetarkan hati. Marno Bunda, seorang mahasiswa dengan semangat membara, menorehkan tinta emas dalam perjalanan hidupnya. Di balik statusnya sebagai anak yatim yang hanya hidup dengan sang mama bersama 6 bersaudaranya, Marno berhasil membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
Marno baru saja dinobatkan sebagai salah satu dari 10 penerima beasiswa bergengsi dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPFI). Padahal, ia harus bersaing dengan puluhan—bahkan mungkin ratusan—pendaftar lain yang tak kalah hebat. Namun, seleksi ketat itu justru menjadi panggung bagi Marno untuk bersinar.
"Ini bukan sekadar beasiswa. Bagi saya, ini adalah jawaban dari doa-doa mama dan sebuah keajaiban yang turun di waktu yang paling tepat," ucap Marno, menahan haru. "Saya hanya anak yatim yang bermimpi besar. Selama ini, rasanya mustahil bisa mengejar pendidikan tinggi karena keterbatasan biaya. Tapi hari ini, Tuhan dan kebaikan banyak pihak membuktikan bahwa mimpi saya layak diperjuangkan."
Beasiswa ini merupakan hasil sinergi apik antara PT CPFI dengan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) UNDANA. Program ini dirancang khusus untuk menyasar mahasiswa berprestasi yang secara ekonomi membutuhkan uluran tangan. Dan Marno adalah salah satu potret sempurna dari tujuan mulia tersebut.
"Saya sangat berterima kasih kepada FPKP dan UNDANA. Mereka tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membukakan pintu harapan melalui kerja sama ini. Beasiswa ini benar-benar tersentuh langsung ke kami yang kurang mampu," tuturnya penuh syukur.
Namun yang membuat kisah Marno begitu menyentuh adalah janjinya. Dengan mata yang berbinar penuh tekad, ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ini. Baginya, rupiah demi rupiah dari beasiswa ini adalah batu loncatan menuju puncak cita-citanya yang sempat terhalang tembok finansial.
"Saya berkomitmen mengelola beasiswa ini sebaik mungkin. Bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Ini bukan lagi tentang kemarin yang penuh duka, tapi tentang masa depan yang akan saya rajut dengan prestasi," tegas Marno.
Marno Bunda adalah bukti nyata bahwa di balik langit yang gelap, selalu ada bintang yang siap menyinari mereka yang tidak pernah berhenti berjuang. Dan bagi Marno, bintang itu kini sudah dalam genggamannya. Ia siap terbang lebih tinggi, meraih semua mimpi yang dulu hanya berani ia bisikkan dalam doa malamnya.(*)

