KUPANG, LIPUTANNTT.com,Nuansa Bulan Bahasa dan Budaya terasa di Jemaat Zaitun Tuapukan. Pada Kebaktian Umum minggu kedua yang dipimpin Pdt. Melsi M. Luluporo, Oematan, S.Th., hadirnya Marno Bunda, Duta Bahasa Nusa Tenggara Timur. Dalam kebaktian berlangsung, semua sesi di hiasi menggunakan bahasa Alor dan Tarian Lego-lego yang di hadiri 438 jiwa, dengan Budaya Alor. Marno menegaskan bahwa bahasa dan budaya adalah identitas diri yang tak boleh ditawar.
“Bahasa dan budaya adalah identitas diri bagi kita anak daerah. Jika hilang, kita kehilangan jati diri,” pesannya penuh semangat.
Usai kebaktian, obrolan hangat antara Marno dan Pdt. Melsi berlanjut dalam sebuah diskusi. Pdt. Melsi melihat peluang besar untuk menanamkan kecintaan pada budaya sejak dini, dan mengundang Marno hadir di TK Sandi Ati, sebuah taman kanak-kanak yang berada di bawah naungan Gereja Zaitun Tuapukan.
“Saya kira kehadiran Kaka Marno ini satu peluang bagi kami agar anak-anak terbekali dari masa kecil, sehingga tidak keliru dengan bahasa dan budayanya sendiri,” ujar Pdt. Melsi.
Tanpa ragu, Marno menyambut undangan itu dengan penuh tanggung jawab. “Saya siap untuk menerima kegiatan yang dimaksud. Ini adalah tanggung jawab saya sebagai Duta Bahasa dan Anak Muda Daerah,” responnya.
Di setiap langkah pelestarian budaya, Marno tak berjalan sendiri. Ia didampingi serta didukung penuh oleh keluarganya, Bapak Marthen Luther Bunda(Sekeluarga), yang hadir sebagai sumber kekuatan. Kolaborasi antara gereja, pegiat bahasa, dan keluarga ini menjadi awal yang menjanjikan untuk membekali generasi penerus dengan kebanggaan pada akar budayanya sendiri.(*)

